HukumNunukan

Ninja Sawit Resahkan Warga Sebatik, Buah Kelapa Sawit Siap Panen Banyak Hilang

Loading

TERASNKRI.COM | NUNUKAN, KALTARA – Aksi pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang diduga dilakukan oleh pelaku yang dikenal masyarakat sebagai “ninja sawit” semakin meresahkan warga di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah petani mengaku kehilangan buah kelapa sawit yang telah siap panen. Bahkan, tidak sedikit petani yang mendapati sebagian besar hasil panennya telah raib saat hendak dipanen.

Baca Juga  Pelantikan 208 Pejabat, Bupati Tegaskan Sistem Merit dan Evaluasi Kinerja 6 Bulan

Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, khususnya para petani sawit yang menggantungkan penghasilan dari sektor perkebunan. Mereka mengaku mengalami kerugian karena buah sawit yang seharusnya dapat dijual justru lebih dahulu dipanen oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Jamal, salah seorang petani mengungkapkan bahwa aksi pencurian kerap terjadi pada malam hingga dini hari. Pelaku diduga memanfaatkan lokasi kebun yang jauh dari permukiman dan minim pengawasan.

Baca Juga  Polres Nunukan Gagalkan Penyelundupan Sabu Asal Malaysia di Sebatik, Pelaku Sembunyikan BB di Lipatan Celana

“Buah yang sudah siap panen hilang. Saat kami datang ke kebun, tinggal pelepah dan bekas potongan saja,” ujarnya pada awak media, Senin (9/6/2026)

Dalam percakapan platform WAGroup, masyarakat Pulau Sebatik berharap aparat penegak hukum dapat meningkatkan patroli dan pengawasan di kawasan perkebunan untuk mengungkap pelaku serta memutus rantai penjualan hasil curian.

Selain itu, warga juga meminta adanya kerja sama antara petani, pemerintah desa, dan aparat keamanan guna membentuk sistem pengawasan terpadu agar aksi pencurian tidak terus berulang.

Baca Juga  Tiang Penopang Atap Roboh Saat Pembakaran, Rumah Produksi Batu Bata di Nunukan Terbakar

Pulau Sebatik sendiri merupakan salah satu daerah penghasil kelapa sawit di Kabupaten Nunukan. Komoditas tersebut menjadi sumber penghasilan utama bagi banyak warga sehingga maraknya pencurian buah sawit dinilai sangat merugikan perekonomian masyarakat.

Warga berharap aparat segera mengungkap pelaku “ninja sawit” agar para petani dapat kembali merasa aman saat mengelola kebun mereka. (Shr/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *