Bupati Nunukan Irwan Sabri Canangkan BSPS 2026, 916 Rumah Warga Perbatasan Dapat Bantuan
![]()


NUNUKAN, KALTARA | TERASNKRI.COM – Pemerintah Kabupaten Nunukan resmi mencanangkan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2026. Program tersebut menyasar masyarakat berpenghasilan rendah untuk mewujudkan hunian yang layak, aman, dan sehat di wilayah perbatasan.
Pencanangan sekaligus penyerahan bantuan dilakukan langsung Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, SE, dengan mendatangi rumah warga penerima manfaat di Kampung Timur, Kecamatan Nunukan Barat, Kamis (6/8/2026).
Program BSPS atau bedah rumah tersebut merupakan bagian dari program pembangunan perumahan Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Kehadiran program ini dinilai penting bagi Kabupaten Nunukan yang memiliki karakteristik wilayah perbatasan dengan tantangan geografis dan tingginya biaya pembangunan.
Kepala Satker Perumahan dan Kawasan Permukiman, Juan Nugraha, menyampaikan bahwa kuota BSPS secara nasional pada 2026 mencapai 400.000 unit.
Khusus Kalimantan Utara, hingga awal Agustus 2026 telah dialokasikan 2.890 unit dengan total anggaran mencapai Rp57,8 miliar.
Dari jumlah tersebut, Kabupaten Nunukan mendapatkan alokasi terbesar di Kalimantan Utara, yakni 916 unit.
Alokasi tersebut berasal dari beberapa jalur program. Pemerintah Kabupaten Nunukan mengusulkan 200 unit yang tersebar di Kecamatan Nunukan, Sebatik, Lumbis, dan Sembakung.
Sementara itu, 714 unit merupakan usulan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) yang tersebar di Pulau Nunukan, Pulau Sebatik, dan Tulin Onsoi. Selain itu, masing-masing terdapat satu unit usulan dari Kementerian Sosial dan Kementerian Kebudayaan.
Setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta per unit. Dana tersebut terdiri atas Rp17,5 juta untuk pembelian material bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui bank penyalur langsung ke rekening penerima manfaat sebagai bagian dari upaya memastikan pengelolaan bantuan berlangsung transparan dan akuntabel.
Irwan Sabri: Bukti Nyata Kehadiran Negara di Perbatasan
Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat dan Satker Perumahan atas perhatian yang diberikan kepada Kabupaten Nunukan.
Menurutnya, besarnya alokasi BSPS untuk Nunukan menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan.
“Kami sangat bersyukur Kabupaten Nunukan mendapat porsi alokasi bantuan bedah rumah terbesar di Kalimantan Utara tahun ini. Ini merupakan bukti nyata hadirnya negara di wilayah perbatasan,” kata Irwan Sabri.
Ia meminta masyarakat penerima bantuan menggunakan dana sesuai peruntukannya serta memperhatikan kualitas pengerjaan rumah.
“Saya berpesan kepada seluruh warga penerima bantuan agar memanfaatkan dana ini sebaik-baiknya, menjaga kualitas pengerjaan rumah, dan terus merawat semangat gotong royong,” ujarnya.
Pemkab Nunukan Perjuangkan Nilai Bantuan Lebih Besar
Selain persoalan kebutuhan rumah layak, Pemerintah Kabupaten Nunukan juga menyoroti tantangan pembangunan di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
Harga material bangunan di wilayah perbatasan yang relatif tinggi menjadi salah satu pertimbangan Pemkab Nunukan untuk mendorong peningkatan nilai bantuan BSPS.
Pemkab Nunukan akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dan memperjuangkan aspirasi tersebut bersama Komisi V DPR RI, sehingga nilai bantuan bagi masyarakat di wilayah perbatasan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Sebagai pembanding, nilai bantuan untuk wilayah Maluku Utara disebut telah mencapai Rp40 juta per unit.
200 Unit Usulan Pemkab Nunukan Mulai Diselesaikan
Untuk alokasi yang berasal dari usulan Pemkab Nunukan, sebanyak 200 unit saat ini telah memasuki tahap penyelesaian fisik dan distribusi material.
Sementara itu, alokasi 714 unit melalui BNPP masih berada pada tahap finalisasi verifikasi lapangan.
Pemkab Nunukan berharap program BSPS dapat terus berlanjut melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Program tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi rumah warga, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan permukiman serta kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan Kabupaten Nunukan. (TN/Sumber : Prokompim Nnkn)
