BuruMalukuNusantara

Ketua TP-PKK Kab Buru Dan Sejumlah OPD Bersama Bupati Ikram Umasugi Laksanakan Mandi Safar

Loading

TERASNKRI.COM | BURU, MALUKU – Tradisi Mandi Safar adalah salah satu warisan budaya yang masih dapat ditemui dan dilakukan oleh warga masyarakat Kab Buru pada setiap akhir bulan Safar, salah satu bulan dalam kalender Hijriyah.

Mandi Safar biasanya diawali dengan pembacaan doa syukur di bantaran kemudian dilanjutkan dengan mandi bersama sambil memercik air.

Baca Juga  Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat, Wakil Gubernur Maluku Buka Karya Bakti TNI AD 2026 di Kabupaten Buru

Tradisi Mandi Safar dihadiri langsung oleh Bupati bersama Ketua TP-PKK Mohra Ikram Umasugi, Ibu Wakil Bupati, Sekda Asiz Tomia dan sejumlah Pejabat OPD Lingkup Pemda Kab Buru di Desa Jikumerasa Kec Lilialy

Mengawali acara, Bupati Ikram Umasugi S.E mengatakan bahwa, mandi safar ini merupakan budaya daerah yang harus terus dijaga. Mandi Safar juga merupakan wujud ucapan syukur dan doa dari warga masyarakat agar terhindar dari segala macam marabahaya dan bencana.

Baca Juga  TNI dan Warga Bahu-Membahu, Akses Jalan Makam Desa Waeflan Mulai Dicor

“Saya sangat mengapresiasi diadakannya kegiatan ini karena tradisi Mandi Safar menjadi bukti bahwa kita masih mempertahankan dan menjunjung tinggi budaya sehingga anak dan cucu kita dapat terus melestarikannya,” katanya.

Baca Juga  Wujud Nyata Kemanunggalan: TNI Gotong Royong Bangun Rumah Layak Huni di Buru Selatan Dalam Rangka KBSB

“Melalui kesempatan ini pula mari kita sama-sama berdoa untuk kesejahteraan daerah dan semoga Kabupaten Buru selalu dijauhkan dari segala macam bencana dan marabahaya” pungkasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan zikir dan doa serta mandi bersama (Grace)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *