Proyek Rutilahu di Dusun Kendal Karawang Disorot, Warga Duga Material Tak Sesuai RAB
![]()


TERASNKRI.COM | KARAWANG — Pelaksanaan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Dusun Kendal, Desa Telukjaya, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan warga. Proyek yang menggunakan anggaran negara tersebut diduga memiliki sejumlah persoalan, mulai dari minimnya transparansi hingga penggunaan material yang disebut tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.
Dugaan tersebut mencuat pada dua lokasi pembangunan, yakni RT 004/RW 02 dan RT 006/RW 02, Dusun Kendal. Warga mempertanyakan pelaksanaan proyek karena tidak menemukan papan informasi yang memuat sumber anggaran, nilai kegiatan maupun pihak pelaksana.
Ketiadaan papan informasi tersebut dinilai menyulitkan masyarakat untuk mengetahui detail program yang tengah dikerjakan di lingkungan mereka.
Warga Soroti Material Bangunan
Selain persoalan transparansi, warga juga mengaku menemukan material yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi pembangunan.
Berdasarkan pengamatan warga di lapangan pada Jumat (28/8/2026), material pasir yang digunakan dinilai memiliki kualitas yang dipertanyakan.
“Memang dari awal dimulainya pekerjaan sampai saat ini tidak ada papan informasi. Bahan materialnya juga terlihat asal jadi, terutama pasir yang digunakan untuk pembangunan rumah,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Warga lainnya yang mengaku memahami pekerjaan konstruksi juga menyoroti ukuran besi yang digunakan pada struktur bangunan.
“Besi untuk struktur utama seharusnya berdiameter 10 milimeter, namun hasil pengukuran menggunakan sigmat menunjukkan sekitar 7,9 milimeter. Sementara besi cincin atau ring balok yang seharusnya 6 milimeter, terukur sekitar 2,9 milimeter,” ungkapnya.
Menurut warga, temuan tersebut perlu segera diverifikasi oleh pihak berwenang untuk memastikan apakah material yang digunakan benar-benar sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis program.
Warga Khawatir Keselamatan Penghuni
Warga mengaku khawatir apabila dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi tersebut benar terjadi. Sebab, rumah yang dibangun merupakan hunian bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Mereka meminta instansi teknis melakukan pemeriksaan terhadap kualitas dan spesifikasi material sebelum bangunan diserahterimakan kepada penerima manfaat.
Warga juga mempertanyakan pengawasan pekerjaan di lapangan karena hingga proyek berjalan belum terlihat pengawasan yang dianggap memadai dari instansi terkait.
Minta DPRKP Karawang Turun Tangan
Atas sejumlah temuan tersebut, warga meminta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Karawang melakukan pemeriksaan langsung ke dua lokasi pembangunan.
“Anggaran ini adalah uang rakyat, harus dikerjakan dengan jujur dan sesuai aturan. Jangan sampai bantuan perumahan justru membahayakan warga,” ujar warga.
Warga berharap pemeriksaan dilakukan secara terbuka dengan mencocokkan material yang digunakan dengan dokumen RAB dan spesifikasi teknis pekerjaan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan resmi dari DPRKP Kabupaten Karawang maupun pihak pelaksana mengenai dugaan ketidaksesuaian material dan persoalan transparansi tersebut.
Redaksi membuka ruang hak jawab bagi pihak DPRKP, pelaksana kegiatan maupun pihak lain yang terkait untuk memberikan klarifikasi atas pemberitaan ini. (TN/RN-Tim)
