DAERAHNunukan

Terdampak Covid – 19, Buruh dan Pedagang Asongan di Pelabuhan Mendapat Bantuan

Loading

“Situasi ini memang tidak mudah, tetapi kita semua harus sabar dan kuat menghadapinya. Pemerintah akan memberikan bantuan kepada masyarakat, terutama yang paling terdampak karena wabah ini, sebisa mungkin sesuai dengan kemampuan keuangan yang kita miliki,” kata Laura.

Jika ditilik ke belakang, para buruh dan pedagang asongan di pelabuhan memang merupakan pihak yang paling merasakan dampak penyebaran covid – 19. Bagaimana tidak, pembatasan angkutan laut di dalam negeri dan kebijakan lock down yang diterapkan oleh Pemerintah Malaysia selama hampir satu bulan terakhir ini telah membuat aktivitas di pelabuhan nyaris lumpuh.

Baca Juga  Bupati Nunukan Panen Semangka dan Jagung Manis, Dorong Selisun Jadi Kampung Hortikultura

Minimnya jumlah kapal yang melakukan bongkar muat di pelabuhan telah secara otomatis membuat penghasilan para buruh itu semakin tidak pasti.

Baca Juga  Kasus Karhutla di Nunukan Melonjak, Capai 32 Kejadian dan 78 Hektare Lahan Terbakar

Jika sebelum ada covid – 19 mereka bisa mengantongi penghasilan per hari dari upah jasa bongkar muat barang dari Kapal Pelni, kapal cargo, batu bara, atau kapal jurusan Tawau – Nunukan, maka kini belum tentu dalam satu minggu ada yang menggunakan jasa mereka. Lebih tragis nasib yang dialami oleh para pedagang asongan, berhentinya Kapal Pelni dan kapal jurusan Tawau – Nunukan praktis membuat penghasilan mereka pun ikut terhenti, sementara pengeluaran di rumah tangga tidak pernah mengenal kata berhenti.

Baca Juga  Proyek Rutilahu di Dusun Kendal Karawang Disorot, Warga Duga Material Tak Sesuai RAB

Dalam situasi seperti ini semua pihak memang harus saling bergandengan tangan, saling menguatkan, seraya terus berdoa semoga wabah ini bisa segera berakhir.

**001/HUMAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *