Bupati Buru Buka Musyda Pemuda Muhammadiyah, Dorong Kader Jadi Pemuda Negarawan
![]()

TERASNKRI.COM | NAMLEA, MALUKU – Bupati Buru, Ikram Umasugi, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musyda) IX Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Buru, Selasa (26/5/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Pemuda Negarawan untuk Bupolo Berseri”.
Dalam sambutannya, Ikram menegaskan bahwa Musyda bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan organisasi, melainkan momentum untuk memperkuat peran pemuda dalam mendukung pembangunan daerah.
Ia menjelaskan, konsep pemuda negarawan harus diwujudkan melalui kapasitas intelektual berbasis data, integritas moral, serta komitmen sosial yang mengutamakan pengabdian kepada masyarakat.
“Pemuda Negarawan adalah mereka yang memiliki tiga kapasitas fundamental, yakni kapasitas intelektual yang berbasis data, integritas moral yang menjunjung nilai-nilai profetik, serta komitmen sosial yang menjadikan gerakan sosial sebagai instrumen pengabdian,” tegas Ikram di hadapan kader dan undangan.
Bupati juga mengingatkan kader Pemuda Muhammadiyah agar mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Buru. Menurutnya, pemuda perlu mengambil peran sebagai perekat sosial sekaligus berkontribusi dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan.
Ia menilai Kabupaten Buru memiliki potensi besar pada sektor pertanian, pertambangan, dan keberagaman budaya. Namun, potensi tersebut perlu dikelola dengan dukungan ilmu pengetahuan, tata kelola yang baik, dan landasan moral yang kuat agar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Untuk mendukung visi Bupolo Berseri, yakni Bersih, Berbudaya, Sejahtera, dan Religius, Ikram mendorong penerapan konsep pembangunan kolaboratif berbasis Hexa-Helix. Pendekatan tersebut menekankan pentingnya kerja sama berbagai unsur dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.
“Saya mengajak Pemuda Muhammadiyah untuk tidak hanya menjadi penonton atau kritikus tanpa solusi. Jadilah mitra strategis pemerintah yang membawa sinergi berbasis ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Ia mencontohkan, kader Pemuda Muhammadiyah dapat berkontribusi melalui gagasan pertanian modern untuk memperkuat ketahanan pangan serta menggerakkan literasi digital hingga ke tingkat desa.

Musyda Diharapkan Hasilkan Rekomendasi Strategis
Sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi di tingkat daerah, Musyda IX diharapkan menghasilkan sejumlah keputusan yang dapat memperkuat gerakan Pemuda Muhammadiyah di Kabupaten Buru.
Ikram berharap forum tersebut mampu merumuskan peta jalan organisasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, menghasilkan rekomendasi kebijakan yang objektif dan konstruktif bagi pemerintah daerah, serta membentuk kepemimpinan yang inklusif dan berorientasi pada kerja nyata.
Ia juga mendorong kader Pemuda Muhammadiyah menjadi generasi yang kritis, berpengetahuan, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan masyarakat.
Dalam sambutannya, Ikram mengutip pemikiran Ali Syari’ati mengenai konsep Raushan Fikr atau pemikir yang tercerahkan. Ia mengajak para kader menjadi bagian dari kekuatan intelektual yang memahami tantangan zamannya dan berupaya membawa perubahan positif bagi masyarakat.
Semangat tersebut, menurutnya, perlu diwujudkan melalui prinsip fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan.
Pembukaan Musyda IX turut dihadiri Wakil Bupati Buru, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Provinsi Maluku, pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Kabupaten Buru, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, cendekiawan lokal, serta delegasi dan peserta dari berbagai pimpinan cabang Pemuda Muhammadiyah se-Kabupaten Buru.
Melalui Musyda tersebut, diharapkan Pemuda Muhammadiyah semakin memperkuat kontribusinya dalam pembangunan daerah, menjaga kerukunan masyarakat, dan melahirkan gagasan yang bermanfaat bagi kemajuan Kabupaten Buru. (Grace)
