Kalimantan Utara

12 SPPG di Kaltara Diresmikan Serentak, Delapan Berada di Kabupaten Nunukan

Loading

TERASNKRI.COM | NUNUKAN, KALTARA – Peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi di wilayah tengah Indonesia dipusatkan di Desa Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Rabu (14/10/2026).

Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi anak-anak yang tinggal di wilayah perbatasan dan daerah dengan akses pelayanan terbatas, peresmian dilakukan secara serentak terhadap 12 SPPG di wilayah Kalimantan Utara, dengan delapan di antaranya berada di Kabupaten Nunukan.

Kehadiran SPPG di wilayah 3T merupakan bagian dari upaya pemerataan pelayanan pemenuhan gizi sekaligus mendukung penanganan stunting. Program ini juga diharapkan memastikan anak-anak di kawasan perbatasan memperoleh akses makanan bergizi yang layak.

Baca Juga  Karhutla Kaltara Terendah di Kalimantan, Kewaspadaan Tetap Diperketat

Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Zainal A Paliwang dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. H. Sanusi, M.Si menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk kesehatan, gizi, dan pendidikan.

Menurutnya, peresmian SPPG Sungai Nyamuk bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan pelayanan yang setara kepada masyarakat di wilayah perbatasan.

“Pemprov berharap keberadaan SPPG dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak, meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya makanan bergizi, serta menumbuhkan semangat gotong royong” pesan Gubernur yang dibacakan Sanusi.

Baca Juga  Sambut 13 Pamong Praja Muda IPDN 2026, Pemprov Kaltara Siap Perkuat Birokrasi Daerah

Gubernur juga mendorong agar pelaksanaan program MBG memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Pengelola SPPG diharapkan dapat memanfaatkan potensi pangan lokal dengan membeli hasil pertanian warga, ikan dari nelayan, serta produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sesuai standar mutu dan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, Pemprov Kaltara mengusulkan agar sekolah-sekolah dapat dilibatkan dalam kegiatan produktif, seperti menanam sayuran dan membudidayakan ikan. Hasil produksi tersebut diharapkan berpeluang menjadi bagian dari pasokan bahan baku dapur SPPG sesuai mekanisme pengadaan yang berlaku.

Baca Juga  Perubahan APBD Nunukan 2026: Pendapatan dan Belanja Daerah Turun

Menurutnya, langkah tersebut dapat mengajarkan kemandirian kepada peserta didik sekaligus mendorong perputaran ekonomi di lingkungan masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, berkomitmen mendukung pelaksanaan program prioritas nasional melalui koordinasi lintas sektor, termasuk bersama pemerintah kabupaten, BGN, satuan pendidikan, tenaga pelayanan, dan masyarakat”.

Kepada petugas dan pengelola SPPG Sungai Nyamuk, Gubernur berpesan agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan integritas, serta menjadikan kesehatan anak sebagai prioritas utama.

Melalui peresmian SPPG wilayah 3T dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi ini, pemerintah berharap pemerataan pemenuhan gizi dapat menjangkau masyarakat di kawasan perbatasan sekaligus mendukung lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (TN/Shr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

      

Loading