Proyek RKB SDN Jayalaksana 02 Senilai Rp1,387 Miliar Diduga Mangkrak, Progres Baru 15 Persen
![]()

TERASNKRI.COM | BEKASI, JABAR – Proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SDN Jayalaksana 02, Desa Jayalaksana, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, diduga terbengkalai. Proyek yang dibiayai APBD Kabupaten Bekasi Tahun Anggaran 2026 dengan nilai Rp1.387.413.000 itu dilaporkan baru mencapai progres sekitar 10–15 persen, sementara aktivitas pekerja disebut telah terhenti selama kurang lebih satu pekan.
Berdasarkan informasi pada papan proyek di lokasi, pekerjaan dilaksanakan oleh CV Plur Semesta dengan masa pelaksanaan 115 hari kalender, terhitung sejak 7 September 2026 hingga 30 Desember 2026.
Namun, menurut keterangan pihak sekolah, tidak terlihat aktivitas pekerja di lokasi pembangunan selama sekitar satu minggu terakhir.
Kepala SDN Jayalaksana 02, Maimunah, mengaku khawatir dengan kondisi tersebut. Ia menyebut progres pembangunan baru mencapai sekitar 15 persen, sementara pekerja sudah tidak terlihat beraktivitas.
“Proyek ini baru 15 persen, sudah satu minggu pekerjanya tidak beraktivitas. Pemborong tidak pernah datang lagi setelah awal pengerjaan,” ujar Maimunah.

Pihak sekolah mengaku hanya berperan mengawasi pelaksanaan proyek. Maimunah berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi segera mengambil langkah agar pembangunan dapat kembali berjalan dan selesai sesuai target.
“Kami berharap pemerintah daerah secepatnya melanjutkan proyek itu, agar dapat segera selesai dan proses KBM tidak terganggu. Namun hingga kini belum ada kejelasan,” tambahnya.
Dinas Pendidikan Diharapkan Segera Meminta Penjelasan
Dengan masa kontrak yang masih berjalan hingga 30 Desember 2026, progres pekerjaan yang dilaporkan baru mencapai 10–15 persen menjadi perhatian. Jika aktivitas pembangunan tidak segera dilanjutkan, penyelesaian proyek sesuai jadwal dikhawatirkan mengalami kendala.
Kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi pemanfaatan ruang kelas baru dan kelancaran kegiatan belajar mengajar (KBM) apabila pembangunan tidak selesai sesuai kebutuhan sekolah.
Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi diharapkan meminta klarifikasi kepada CV Plur Semesta mengenai penyebab terhentinya pekerjaan, perkembangan fisik proyek, serta rencana penyelesaian pembangunan.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan dari pihak CV Plur Semesta maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi terkait penyebab berhentinya aktivitas pekerjaan dan langkah yang akan dilakukan selanjutnya.
(Reporter: ASN)
