Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Pj Sekda Nunukan Dorong Generasi Berakhlak dan Mandiri
![]()

TERASNKRI.COM | NUNUKAN, KALTARA – Masjid Besar Al-Muttaqin Kabupaten Nunukan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Rabu (9/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Ir. H. Raden Iwan Kurniawan, M.AP.

Peringatan Maulid berlangsung khidmat dengan tausiah yang disampaikan Habib Abdurrahman bin Qasim Al-Aydarus. Turut hadir Camat Nunukan, Ketua FKUB, para alim ulama serta masyarakat.
Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Mewujudkan Generasi yang Beriman, Bertaqwa dan Berakhlak Mulia”, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat nilai keagamaan sekaligus pembinaan generasi muda.
Dalam sambutannya, Raden Iwan mengatakan pembentukan generasi masa depan perlu berlandaskan tiga hal, yakni berakhlaqul karimah, alim faqih dan memiliki kemandirian.
“Ini bukan hanya sekadar tema. Ini adalah PR besar bersama sebagai orang tua, guru, pemerintah dan masyarakat Nunukan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Rasulullah SAW merupakan teladan terbaik dalam membentuk karakter manusia. Nilai pertama yang perlu ditanamkan adalah akhlaqul karimah, seperti kejujuran, amanah, menghormati orang tua dan guru serta menjunjung toleransi.
“Ini modal utama hidup di Nunukan yang masyarakatnya beragam,” katanya.
Nilai kedua adalah alim faqih, yakni memiliki kecerdasan, ilmu pengetahuan serta pemahaman agama dan kehidupan. Menurutnya, generasi Nunukan harus memiliki kekuatan iman sekaligus ilmu agar mampu bersaing dan menjadi pemimpin di masa depan.
Sementara nilai ketiga adalah kemandirian. Generasi muda diharapkan tidak bergantung kepada orang lain, memiliki kreativitas dan keterampilan sehingga mampu membangun masa depan secara mandiri.
“Pemerintah daerah berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya pintar, tapi juga bisa mandiri secara ekonomi,” tegasnya.
Raden Iwan juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam mendidik generasi muda.
“Rumah harus menjadi madrasah pertama, sekolah menjadi madrasah kedua, dan masyarakat menjadi madrasah ketiga,” ucapnya.
Ia berharap peringatan Maulid Nabi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga Kabupaten Nunukan menjadi daerah yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia dan memiliki generasi yang sukses dunia maupun akhirat. (TN/Prokompim Nnkn)
