Ekonomi Kabupaten Nunukan Tumbuh 3,95 Persen pada Triwulan II 2026
![]()

TERASNKRI.COM | NUNUKAN, KALTARA — Perekonomian Kabupaten Nunukan menunjukkan pertumbuhan positif pada Triwulan II 2026. Berdasarkan Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan No. 22/09/6504/Th. III, 9 September 2026, ekonomi Nunukan tumbuh 3,95 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y) dibandingkan Triwulan II 2025.

Secara kuartalan, ekonomi Nunukan juga tumbuh 1,66 persen (quarter-to-quarter/q-to-q) dibandingkan Triwulan I 2026. Pada periode tersebut, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp11,59 triliun, sedangkan berdasarkan harga konstan 2010 mencapai Rp4,95 triliun.
Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Nunukan pada Triwulan II 2026 terjadi hampir di seluruh sektor. Jasa Perusahaan mencatat pertumbuhan tertinggi secara tahunan sebesar 24,78 persen, disusul Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 21,17 persen serta Real Estat 20,35 persen.
Sementara itu, sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang menjadi salah satu penopang utama ekonomi daerah tumbuh 1,64 persen, sedangkan Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor tumbuh 9,42 persen. Satu-satunya lapangan usaha yang mengalami kontraksi secara tahunan adalah Pertambangan dan Penggalian, sebesar 1,50 persen.
Pertambangan Masih Mendominasi Struktur Ekonomi
Meski mengalami kontraksi secara tahunan, sektor pertambangan dan penggalian masih menjadi sektor terbesar dalam struktur ekonomi Kabupaten Nunukan.
BPS mencatat kontribusi sektor Pertambangan dan Penggalian mencapai 47,26 persen terhadap PDRB Nunukan. Berikutnya sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 21,04 persen, Konstruksi 8,72 persen, Industri Pengolahan 7,18 persen, serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 6,22 persen.
Kelima lapangan usaha tersebut secara bersama-sama menyumbang sekitar 90,36 persen terhadap struktur perekonomian Nunukan.
Dari sisi nilai, sektor pertambangan dan penggalian menghasilkan PDRB atas dasar harga berlaku sebesar Rp5,48 triliun. Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan mencapai Rp2,44 triliun, konstruksi Rp1,01 triliun, industri pengolahan Rp832,63 miliar, serta perdagangan Rp721,93 miliar.
Konsumsi Pemerintah Tumbuh 18,11 Persen
Dari sisi pengeluaran, seluruh komponen utama mencatat pertumbuhan positif secara tahunan. Pertumbuhan tertinggi berasal dari Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang tumbuh 18,11 persen.
Selanjutnya, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 5,64 persen dan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga tumbuh 4,82 persen. Ketiga komponen tersebut menjadi bagian penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi Nunukan pada Triwulan II 2026.
Struktur PDRB berdasarkan pengeluaran masih didominasi net ekspor barang dan jasa sebesar 59,93 persen, disusul PMTB 21,35 persen, konsumsi rumah tangga 13,94 persen, dan konsumsi pemerintah 4,41 persen.
Nunukan Kontributor Ekonomi Terbesar Kedua di Kaltara
Dalam struktur ekonomi Kalimantan Utara, Kabupaten Nunukan menempati posisi kontributor terbesar kedua setelah Kota Tarakan.
Pada Triwulan II 2026, kontribusi Nunukan terhadap pembentukan ekonomi Kalimantan Utara mencapai 27,05 persen, sementara Kota Tarakan menyumbang 37,80 persen dan Kabupaten Bulungan 17,99 persen.
Dari sisi pertumbuhan tahunan, Bulungan mencatat 10,62 persen, Tarakan 4,96 persen, Nunukan 3,95 persen, Tana Tidung 1,82 persen dan Malinau 0,61 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa Nunukan tetap menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi utama di Kalimantan Utara. Struktur ekonomi yang masih kuat ditopang pertambangan, pertanian, perdagangan dan konstruksi sekaligus menunjukkan pentingnya menjaga pertumbuhan sektor-sektor produktif lainnya agar perekonomian daerah semakin beragam. (TN/Sumber : diolah dari Data BPS Kab. Nunukan)
