Ekonomi

Inflasi Kaltara Agustus 2026 Terkendali 2,17 Persen, TPID Perkuat Strategi 4K

Loading

TERAS NKRI.COM | TARAKAN, KALTARA — Inflasi Kalimantan Utara (Kaltara) tetap terjaga dalam kisaran target nasional pada Agustus 2026, dengan inflasi tahunan tercatat 2,17 persen (yoy).

Secara bulanan, inflasi Kaltara tercatat 0,23 persen (mtm). Kenaikan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya tarif angkutan laut yang dipengaruhi normalisasi harga setelah berakhirnya program diskon tiket transportasi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalimantan Utara Agus Taufik pada kegiatan Ramah Tamah dan Temu Media di Restaurant Bukit Bintang Tarakan, Rabu (2/9/2026)

Baca Juga  Proyek Rutilahu di Dusun Kendal Karawang Disorot, Warga Duga Material Tak Sesuai RAB

Di sisi lain, tekanan inflasi tertahan oleh penurunan tarif angkutan udara. Kondisi tersebut turut dipengaruhi penurunan harga avtur yang mengurangi beban biaya operasional maskapai.

“Meski inflasi masih terkendali, sejumlah risiko tekanan harga tetap perlu diwaspadai hingga akhir 2026. Dari sisi global, tekanan dapat berasal dari ketegangan geopolitik dan perang dagang yang berpotensi memengaruhi harga komoditas serta rantai pasok internasional” jelas Agus Taufik pada pertemuan tersebut.

Baca Juga  BI Kaltara Perkuat UMKM Lewat Digitalisasi dan Akses Pembiayaan

Dilanjutkannya, dari dalam negeri, risiko inflasi dapat muncul akibat meningkatnya kebutuhan komoditas pangan seiring berkembangnya aktivitas industri di Kaltara. Pertumbuhan industri berpotensi meningkatkan permintaan terhadap sejumlah bahan pangan dan kebutuhan masyarakat.

“Merespons berbagai risiko tersebut, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kaltara terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga melalui framework 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif” urainya.

Pengendalian inflasi dilakukan dengan memperhatikan kondisi produksi pangan, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi antardaerah, perkembangan transportasi, hingga dinamika harga komoditas global.

Baca Juga  Peringati Hari Koperasi ke-79, Sekprov Ajak Wujudkan Koperasi Modern dan Berdaya Saing

“Sinergi tersebut menjadi semakin penting seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan berkembangnya kawasan industri di Kaltara. Peningkatan aktivitas ekonomi diharapkan tetap berjalan tanpa menimbulkan tekanan harga yang berlebihan terhadap kebutuhan masyarakat” bebernya.

Dengan inflasi tahunan sebesar 2,17 persen pada Agustus 2026, stabilitas harga Kaltara masih terjaga. Ke depan, penguatan koordinasi melalui framework 4K diharapkan mampu menjaga inflasi tetap terkendali sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (TN/Shr – KPwBI Kaltara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *