BuruMalukuNusantara

Bupati Perjuangkan Hak Rakyat, Minta Penambahan WPR dan Perbaikan Jalan Rusak ke Gubernur

Loading

TERASNKRI.COM | BURU, MALUKU – Melihat kondisi tambang emas Gunung Botak yang sampai saat ini belum juga dikelola dengan baik, dan banyak masyarakat menjadi korban akibat kepentingan sejumlah perusahaan, sehingga Bupati Buru Ikram Umasugi tidak tinggal diam dan mulai angkat bicara.

Bupati Ikram Umasugi mengungkapkan, ribuan penambang yang bekerja di Gunung Botak merupakan masyarakatnya sendiri, dengan adanya penertiban, maka mereka (penambang) kehilangan pekerjaan, padahal mereka juga dituntut persoalan ekonomi.

Baca Juga  LPK Anom Kalijaga Soroti Dugaan Pelanggaran Limbah Dapur MBG di Bekasi

“Saya berharap melalui kesempatan ini, aktivitas di Gunung Botak bisa secepatnya dilakukan secara legal, sehingga tidak ada ruang kepada para penambang liar,” kata Umasugi dalam sambutannya di hadapan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan rombongan saat melaksanakan kunjungan ke tambang Gunung Botak, Kabupaten Buru, Rabu (6/5/2026).

Umasugi menjelaskan, saat ini ada sebanyak 10 koperasi yang mulai berproses di kawasan Gunung Botak, namun dengan banyaknya para penambang yang berasa dari Kabupaten Buru, maka 10 koperasi itu belum cukup menampung mereka.

Baca Juga  Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono Sidak Pasar Hingga Penggilingan Beras Untuk Memantau Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok

Pada kesempatan itu, Bupati mengusulkan kepada Gubernur Maluku, terkait penambahan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sehingga semua masyarakat Buru bisa mengais rezeki di tambang Gunung Botak.

Kami kira 10 koperasi itu belum cukup untuk menampung semua masyarakat Buru untuk bisa mengais rezeki di tambang ini. Di kesempatan ini, kami sementara mengusulkan untuk penambahan 370 untuk WPR, mungkin itu menjadi pertimbangan pak Gubernur, agar bisa direalisasikan untuk menampung para penambang kita di kemudian hari,” ungkap Umasugi.

Baca Juga  Jemput Bola Aspirasi Warga, Kades Sukabudi Gelar Rapat Minggon Keliling Perdana

Pada waktu yang sama, Bupati tak hanya bahas soal tambang, namun orang nomor satu di Kabupaten berjuluk Bupolo itu juga menyinggung persoalan ruas jalan yang berstatus jalan provinsi, kini sudah banyak mulai rusak. Sehingga ada perhatian lebih dari Pemerintah Provinsi (Pemrov) Maluku, untuk segera memperbaiki jalan rusak dan berlubang tersebut.

Terkait kerusakan ruas jalan yang dilewati, itu merupakan jalan provinsi. Semoga setelah dilalui, mungkin ada perhatian dari pak Gubernur agar kerusakan jalan tersebut bisa diperbaiki,” pungkasnya. (Grace)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *