Hukum

Oknum Guru P3K SMAN 1 Cibuaya Diduga Cabuli Siswi di Hotel, Keluarga Korban Tempuh Jalur Hukum

Loading

TERASNKRI.COM | KARAWANG – Dunia pendidikan di Kabupaten Karawang digegerkan dengan dugaan tindakan asusila yang dilakukan oleh seorang oknum guru berinisial KN terhadap siswinya sendiri berinisial AS, siswi kelas XI SMAN 1 Cibuaya. Terduga pelaku diketahui merupakan guru berstatus P3K yang juga menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Kecamatan Cibuaya.

Berdasarkan keterangan sumber dan pengakuan korban, aksi bejat tersebut diduga dilakukan di salah satu hotel di wilayah Kabupaten Karawang. Dugaan ini diperkuat dengan bukti percakapan melalui aplikasi WhatsApp antara pelaku dan korban.

Baca Juga  Bareskrim Polri Lakukan Pencekalan Bandar Narkoba di Jaringan Koh Erwin

Orang tua korban, berinisial A, membenarkan peristiwa memilukan yang menimpa putrinya. Saat ini, korban dikabarkan mengalami trauma berat, sering menangis, dan mengunci diri di kamar hingga sulit diajak berkomunikasi.

“Anak saya mengakui perbuatan oknum guru tersebut. Keluarga dalam kondisi shock berat. Kami meminta agar kasus ini dilanjutkan ke pihak kepolisian untuk diproses secara hukum agar ada efek jera bagi pelaku,” ujar salah satu anggota keluarga korban kepada media, Sabtu (11/04/2026).

Baca Juga  Polda Metro Jaya Ringkus Dua Wanita Pengedar Narkotika Jenis Etomidate di Jakarta dan Tangerang

Pihak keluarga juga mendesak pihak sekolah untuk mengambil tindakan tegas terhadap KN guna menjaga citra institusi pendidikan di mata masyarakat.

Sementara itu, pihak SMAN 1 Cibuaya hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi. Saat didatangi ke sekolah, KN diketahui sudah tidak masuk selama dua hari. Pihak sekolah sempat meminta waktu kepada keluarga korban untuk mencoba berkomunikasi dengan oknum guru tersebut.

Baca Juga  Luka di Balik Kapur Tulis: Menakar Keadilan bagi Siti Halimah di Pusaran Intimidasi Sekolah

Kepala Sekolah maupun Humas SMAN 1 Cibuaya terkesan tertutup terkait kasus ini. Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon maupun pesan singkat WhatsApp, pihak sekolah tidak memberikan respon sama sekali hingga berita ini dipublikasikan. (Asan/Editor : Shr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *