Nunukan

Lomba Beduk Sahur MBU Cup IV Tahun 2026 Meriahkan Perbatasan Sebatik

Loading

Ketua DPD TIDAR Kalimantan Utara Azmir menyerahkan hadiah pada pemenang MBU Cup ke IV Tahun 2026

TERASNKRI.COM | NUNUKAN, KALTARA – Kemeriahan Ramadan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia semakin terasa dengan digelarnya lomba beduk sahur dalam rangkaian Mega Bintang Utama (MBU) Cup IV 2026 di Sebatik, Selasa malam (17/3/2026). Kegiatan ini menyedot antusiasme tinggi dari berbagai kelompok masyarakat desa perbatasan yang tampil kreatif memadukan tabuhan beduk dengan alat musik sederhana.

Baca Juga  Pemkab Nunukan Serahkan LKPD TA 2025 ke BPK RI Perwakilan Kalimantan Utara

Ketua DPD Tidar Kalimantan Utara, Azmir NP, mengaku terharu melihat besarnya partisipasi warga dalam melestarikan tradisi lokal tersebut. Menurutnya, lomba ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana mempererat persatuan di beranda terdepan NKRI.

“Saya sangat terharu melihat partisipasi warga. Ini bukti bahwa semangat kebersamaan dan budaya lokal masih sangat kuat di wilayah perbatasan,” ujar Azmir di sela-sela acara, Selasa (17/3/2026).

Baca Juga  Bupati Nunukan Lantik Raden Iwan Kurniawan sebagai Pj Sekda, Tekan Penyerapan Anggaran Proporsional

Suasana semakin riuh saat Azmir secara spontan memberikan apresiasi berupa saweran kepada para peserta yang tampil energik. Aksi tersebut disambut tepuk tangan penonton yang memadati lokasi acara, menambah semangat para pemuda yang sedang berkompetisi.

Azmir juga menyampaikan terima kasih kepada panitia dan Pemerintah Kabupaten Nunukan yang telah memberikan ruang bagi generasi muda Sebatik untuk berkarya. ia berharap ajang MBU Cup IV terus menjadi wadah kreativitas yang positif bagi masyarakat perbatasan.

Baca Juga  Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026

“Terima kasih kepada seluruh peserta dan pemerintah daerah. Program ini penting untuk regenerasi muda, khususnya di wilayah perbatasan Sebatik, agar terus berkembang dan memperkuat rasa persatuan,” ungkap putra dari tokoh masyarakat Sebatik H Nuwardi (H. Momo) ini mengakhiri. (TN/Ass)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *