Tangan Dingin Mardin: Bawa Sungai Limau Jadi Satu-satunya Desa Anti Korupsi di Kaltara
![]()

TERASNKRI.COM | NUNUKAN, KALTARA – Desa Sungai Limau di Kecamatan Sebatik Tengah Kab. Nunukan Provinsi Kalimantan Utara mengukir sejarah sebagai satu-satunya desa di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang berhasil meraih predikat Desa Anti Korupsi. Capaian ini tidak lepas dari kepemimpinan tegas dan “tangan dingin” Kepala Desa Mardin bersama jajaran perangkat desanya.
Penetapan tersebut merupakan hasil dari proses penilaian panjang selama delapan bulan yang melibatkan evaluasi ketat terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran desa. Mardin, yang kini menjabat untuk periode ketiga, menekankan bahwa kunci keberhasilan ini terletak pada filosofi tanggung jawab moral di hadapan Tuhan.
“Jabatan sebagai kades harus dipertanggungjawabkan dengan baik, termasuk soal anggaran. Dana desa harus dijalankan, diawasi, dan bisa dipertanggungjawabkan secara transparan kepada masyarakat,” tegas Mardin.
Karakter Mardin yang realistis dan berorientasi pada hasil terlihat dari sikapnya yang sempat menolak undangan studi banding kepala desa ke Jakarta beberapa tahun lalu. Ia menilai kegiatan tersebut tidak relevan dengan kebutuhan masyarakatnya yang mayoritas berkebun.
“Saya berpikir buat apa diajak ke Jakarta untuk studi banding, sementara di Jakarta tidak ada kebun. Apa yang mau dipelajari? Lebih baik fokus pada apa yang dibutuhkan di lapangan,” ujarnya.
Dalam menjalankan roda pemerintahan, Mardin mengedepankan komunikasi dua arah dan pengawasan langsung di lapangan. Untuk menjaga semangat integritas, ia menempelkan berbagai poster kampanye anti korupsi di setiap sudut Balai Desa Sungai Limau sebagai pengingat bagi aparatur dan warga yang datang.
Dukungan penuh dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama, serta masyarakat setempat menjadi faktor penentu terpilihnya Sungai Limau sebagai role model integritas di Kalimantan Utara. Mardin meyakini, jika semangat anti korupsi dipelihara oleh pemimpin, maka nilai tersebut akan mengakar dengan sendirinya di tengah masyarakat. (TN/Prokompim Nnkn-Shr)
