Nunukan

Jaringan Telepon Sulit, Kades Bukit Harapan Berharap ada BTS

Loading

 

Kades Bukit Harapan, Cecep Supriadi

TERASNKRI.COM | Kaltara, Nunukan – Diera tekhnologi komunikasi yang sangat maju seperti saat ini, masih ada daerah yang belum menikmatinya atau biasa disebut “Blank Spot Area”.

Salah satu desa di Pulau Sebatik termasuk didalamnya, tepatnya Desa Bukit Harapan Kec. Sebatik Tengah Kab. Nunukan, Kalimantan Utara, sebagaimana disampaikan Kepala Desa Bukit Harapan Cecep Supriadi ketika ditemui, Senin (21/9/2020).

Disampaikan oleh Cecep, kondisi tersebut sudah berlangsung lama dan ini amat menyulitkan warga desa Bukit Harapan dalam melakukan komunikasi via telepon, bahkan jaringan telekomunikasi dari Negara tetangga Malaysia tiba – tiba “Nyelonong” tanpa permisi muncul di layar telepon seluler, dikarenakan posisi desa Bukit Harapan memang dekat dengan perbatasan Malaysia.

Baca Juga  Pengurus BAMAG Kabupaten Nunukan Periode 2025 - 2028 Resmi Dikukuhkan

Ditambahkan oleh Kades Bukit Harapan, hal ini telah disampaikan setiap ada pertemuan dengan Pemkab maupun Pemprov serta pihak – pihak terkait agar dapat menfasilitasi adanya Tower BTS di Desa Tanjung Harapan.

Baca Juga  Perkuat Wawasan Kebangsaan, KRI Pulau Rimau 724 Gelar Penyuluhan di SMAN 1 Sebatik

“Apalagi seperti saat ini Pandemi Covid-19 melanda, sehingga anak – anak belajar dari rumah dengan memanfaatkan fasilitas jaringan internet” jelas Cecep.

“Hanya sayang, jaringan internet melalui telepon seluler sulit sekali, sehingga terkadang anak – anak kita pergi keluar rumah, bahkan memanjat pohon untuk mendapatkan signal dari salah satu provider telkomunikasi” tambah Cecep.

Kades Bukit Harapan ini berharap provider telekomunikasi yang ada bisa membangun Tower BTS (Base Transceiver Station) guna memperkuat signal di desa Bukit Harapan.

Baca Juga  Bupati Irwan Sabri Launching SOA Penumpang Udara 2026, Anggarkan Rp 8,6 Miliar untuk Wilayah Krayan

“Sehingga anak – anak kita bisa mengikuti pelajaran secara online dirumah, tidak kemana – mana lagi hanya gara – gara tidak ada signal dan masyarakat bisa berkomunikasi keluar tanpa keluhan karena tiba – tiba signalnya hilang” pungkas Cecep Supriadi mengakhiri.
TN/Har

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *