DPRD KaltaraParlemen

APBD Kaltara 2026, DPRD Pastikan Kawal Ketat, Utamakan Program Prioritas Untuk Masyarakat

Loading

Ketua DPRD Kalimantan Utara, Achmad Jufrie (Foto : Ist)

TERASNKRI.COM | TANJUNG SELOR – Pembahasan APBD 2026 di Kalimantan Utara mulai dilaksanakan. Tidak ingin menunda – nunda, DPRD Kaltara langsung pasang alarm soal selektivitas program pemerintah.

Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie menegaskan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) tidak asal memasukkan kegiatan dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026, mengingat kondisi keuangan daerah yang kini tengah mengalami pemangkasan.

“Pemerintah harus lebih selektif untuk menjalankan program-programnya, mengingat anggaran kini terbatas,” kata Achmad Djufrie, Jumat (21/11/2025).

Baca Juga  Ruman Tumbo Gencarkan Sosialisasi Perda Anti Narkoba di Nunukan, Tekankan Peran Orang Tua dan RT

Pihaknya juga menyebutkan bahwa DPRD Kaltara ingin melihat jelas terlebih dahulu kerangka struktur awal anggaran yang disiapkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Struktur inilah yang nantinya menjadi dasar untuk memilah mana program yang layak dipertahankan dan mana yang harus direvisi.

“Yang kita lihat pertama itu strukturnya dulu. Dari situ baru kita bisa mengambil langkah-langkah apa yang perlu dibenahi atau ditambah,” ujarnya.

Baca Juga  Anggota DPRD Kaltara Rahman Dorong Penguatan Sektor Pariwisata untuk Tingkatkan Daya Saing Daerah

Menurutnya, ruang fiskal Kaltara tidak cukup longgar sehingga Pemprov wajib memperketat prioritas.

Oleh sebab itu, DPRD Kaltara menekankan program yang masuk harus benar-benar memiliki dampak langsung bagi masyarakat, bukan sekadar kegiatan rutin yang menghabiskan anggaran setiap tahun.

“Kita meminta pemerintah memprioritaskan program-program yang betul-betul dibutuhkan masyarakat. Dengan keuangan yang sangat terbatas, itu yang harus dilaksanakan,” tegasnya.

Lebih lanjut, DPRD Kaltara siap memberikan dukungan penuh sepanjang program yang diajukan pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan publik, bukan seremonial atau proyek tanpa urgensi jelas.

Baca Juga  Hadiri Benuanta Economic Forum, Muddain : Hilirisasi dan Industri Pengolahan Buka Peluang Kerja Baru

Dengan proses pembahasan yang mulai mengerucut, DPRD memastikan akan mengawal ketat agar APBD 2026 tidak hanya tersusun rapi di atas kertas, tetapi juga efektif dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kaltara.

“Sudah menjadi tugas kita melakukan pengawalan serta pengawasan terhadap APBD dan memastikannya bahwa ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kaltara,” pungkas Achmad Jufrie. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *