Wagub Kaltara Bahas Percepatan Akses Jalan Menuju Apau Kayan
![]()


TERASNKRI.COM | JAKARTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus mendorong percepatan pembangunan konektivitas menuju kawasan Apau Kayan, Kabupaten Malinau, yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses darat.
Upaya tersebut dibahas Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, S.E., M.Si., bersama Direktur PT Tujuan Mulia Makmur (TMM), Mr. Tiger Chen, di Kantor Pusat PT TMM, SCBD Treasury Tower, Jakarta Selatan, Jumat (11/9/2026).
Pertemuan membahas peluang kerja sama dan langkah konkret untuk memperkuat akses menuju kawasan Apau Kayan, termasuk pemeliharaan ruas jalan yang mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Ingkong mengatakan penyelesaian infrastruktur dasar di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) merupakan bagian dari komitmen Pemprov Kaltara agar pembangunan dapat dirasakan secara merata.
“Penyelesaian infrastruktur dasar di wilayah 3T merupakan komitmen Pemprov Kaltara agar pembangunan bisa dirasakan secara adil oleh masyarakat,” kata Ingkong.
Saat ini, akses menuju Apau Kayan dari sisi selatan masih mengandalkan jalur melalui PT Sumalindo dan Long Bagun. Sementara dari sisi utara, pembangunan jalan paralel nasional Malinau–Langap–Long Kemuat–Pujungan–Data Dian–Long Nawang sepanjang sekitar 459,18 kilometer belum sepenuhnya rampung.
Salah satu ruas yang menjadi perhatian adalah Long Kemuat–Pujungan sepanjang sekitar 25 kilometer yang belum terbangun. Dari arah selatan juga terdapat rencana pembangunan jalan paralel nasional Long Pahangai–Sungai Boh sepanjang sekitar 90 kilometer.
Pemprov Kaltara mendorong pemerintah pusat mempercepat pembangunan ruas Long Pahangai–Sungai Boh sesuai Permen PUPR Nomor 817/KPTS/M/2024.
Selain itu, Pemprov Kaltara mengusulkan ruas Km 122–Km 147 dari perbatasan Kalimantan Timur–Kalimantan Utara untuk masuk dalam jaringan jalan provinsi. Usulan tersebut diharapkan memungkinkan pemeliharaan ruas jalan melalui APBD sesuai kewenangan yang berlaku sambil menunggu penanganan jalan nasional.
Pemprov Kaltara juga membuka peluang kerja sama dengan PT TMM untuk mendukung pemeliharaan ruas Km 122–147. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kelancaran akses masyarakat sekaligus distribusi logistik menuju Apau Kayan.
Ingkong berharap koordinasi pemerintah dan dunia usaha dapat menghasilkan solusi konkret untuk memperkuat konektivitas kawasan perbatasan.
“Yang terpenting, akses masyarakat tetap terjaga dan pembangunan di wilayah perbatasan bisa terus berjalan,” pungkasnya. (TN/DKISP Kaltara)
