BuruMalukuNusantara

Pangdam, Kapolda Serta Danrem Dampingi Gubernur Maluku Tinjau Tambang Emas Gunung Botak

Loading

 

 

TERASNKRI.COM | BURU, MALUKU – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa didampingi Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto hingga Danrem 151/Binaiya Brigjen Rafles Manurung, saat melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke kawasan tambang emas Gunung Botak, di Kabupaten Buru, Maluku, Rabu (6/5/2026).

Kehadiran Gubernur Maluku di Bumi Bupolo pada Rabu pagi itu disambut langsung oleh Bupati Buru Ikram Umasugi, Sekda Buru Azis Tomia, Dandim 1506/Namlea Letkol Herubertus Purwanto, Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang, Wakil Ketua DPRD Buru Jaidun Saanun dan anggota DPRD Buru Rustam Fadly Tukuboya.

Baca Juga  Idul Adha 1447H: Polres Buru Laksanakan Sholat Berjamaah dan Penyembelihan Kurban, Perkuat Nilai Pengorbanan dan Berbagi

Diketahui, kehadiran orang nomor satu Maluku di kawasan tambang emas itu untuk melihat secara langsung kondisi kawasan tambang pasca penertiban yang digelar aparat TNI. Dari puncak gunung yang sebelumnya dipenuhi aktivitas tambang ilegal, kini terlihat perubahan yang cukup signifikan.

Baca Juga  Bupati Buru Ikram Umasugi Lantik 12 Pejabat Kepala Desa dan Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa

Dalam sambutannya, Gubernur Hendrik Lewerissa menyebutkan, kondisi Gunung Botak saat ini relatif lebih baik dibandingkan saat peninjauan sebelumnya, baik dari udara bersama Wakil Presiden, maupun saat turun bersama satgas PKH dan pimpinan TNI.

“Langkah penertiban mulai menunjukkan hasil nyata di lapangan. Saya memberikan apresiasi kepada Pangdam, Kapolda, Bupati Buru, serta seluruh unsur Forkopimda provinsi maupun Kabupaten Buru yang telah bekerja bersama dalam menjaga stabilitas dan menata kawasan tersebut,” ujar Gubernur.

Baca Juga  Bupati Ikram Umasugi Audensi Dengan BWS Maluku Terkait Pembangunan Sumber Daya Air di Kab Buru

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mengendalikan aktivitas ilegal yang selama ini merusak lingkungan dan memicu persoalan sosial.

Olehnya itu, Gubernur juga mengingatkan bahwa tantangan belum berakhir. Pemerintah Daerah (Pemda) bersama aparat keamanan masih harus memastikan kawasan ini tidak kembali dikuasai aktivitas tambang ilegal.

“Saya meminta dukungan penuh dari masyarakat agar pengelolaan Gunung Botak ke depan dapat berjalan secara legal, tertib, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *