Kalimantan UtaraPemprov Kaltara

Terangi Perbatasan, Pemprov Kaltara Salurkan Bantuan Pasang Listrik Gratis bagi 1.787 Rumah Tangga

Loading

TERASNKRI.COM | NUNUKAN, KALTARA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menyerahkan secara simbolis Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Tahun Anggaran 2025 kepada masyarakat di Desa Setabu, Sebatik Barat, Rabu (4/3). Program ini menjangkau 1.787 rumah tangga di seluruh wilayah Kaltara.

Penyerahan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., bersama Anggota Komisi VII DPR RI, Hj. Rahmawati Zainal, S.H., serta Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kaltara, Kornie Serliany Ingkong Ala, ST.

Baca Juga  SE BKN Nomor 1 Tahun 2021 Jadi Dasar Perpanjangan Plt di Pemprov Kaltara

Program BPBL merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam pemerataan akses energi dan pelayanan dasar bagi masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan.

Dalam kesempatan tersebut, Sekprov Denny menegaskan bahwa listrik memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Listrik bukan hanya untuk penerangan, tetapi untuk mendukung pendidikan anak-anak, layanan kesehatan, dan usaha masyarakat,” kata Denny.

Baca Juga  Mahasiswa Kaltara di Sumbawa Bantah Isu Pungutan Sewa Asrama: "Kami Tak Pernah Bayar Sepeser Pun"

Realisasi bantuan tahun 2025 ini mencakup 1.516 rumah yang dibiayai melalui APBN Kementerian ESDM dan 271 rumah melalui APBD Provinsi Kaltara, sehingga total penerima manfaat mencapai 1.787 rumah tangga.

Denny berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif dan mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga.

Selain BPBL, Pemprov Kaltara juga terus mengupayakan pembangunan listrik desa di wilayah yang masih terisolasi dan belum terjangkau akses energi.

Sementara itu, Rahmawati mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM, Pemprov Kaltara, pemerintah kabupaten/kota, serta PT PLN (Persero).

Baca Juga  Gubernur Ajak ASN Kaltara Tunjukkan Wajah Ramah Daerah

“Listrik adalah kebutuhan dasar dan simbol kemajuan, terutama bagi masyarakat perbatasan,” katanya.

Ia menegaskan komitmennya di parlemen untuk terus mendorong pemerataan infrastruktur dasar, termasuk percepatan target akses listrik 100 persen hingga ke daerah terpencil dan perbatasan.

“Kami berharap fasilitas ini digunakan sebaik-baiknya untuk kegiatan yang bermanfaat dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tutupnya. (TN/DKISP Kaltara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *