Petani dan Nelayan Sebatik Keluhkan Kelangkaan Pupuk dan Alokasi Bantuan ke DPRD Nunukan
![]()


TERASNKRI.COM | NUNUKAN, KALTARA – Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Ramsah, menggelar reses Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 di Kecamatan Sebatik Timur pada Selasa (17/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah keluhan krusial mulai dari ketergantungan pada pupuk Malaysia hingga pemerataan bantuan alat tangkap nelayan.
Sektor pertanian menjadi sorotan utama, di mana petani sawit mengaku kesulitan mendapatkan pupuk produksi dalam negeri. Kondisi ini memaksa mereka bergantung pada pasokan pupuk dari negara tetangga, Malaysia.
“Pupuk sawit di sini lebih banyak dari Malaysia, kami ingin distribusi dari dalam negeri lebih diperhatikan,” ujar salah seorang petani saat menyampaikan aspirasinya.

Selain masalah pupuk, para nelayan di Sebatik turut menuntut keadilan terkait distribusi bantuan pukat dan alat tangkap. Menanggapi hal tersebut, Ramsah menjelaskan bahwa pada tahun 2025 pemerintah telah menyalurkan bantuan senilai Rp1 miliar kepada 33 kelompok nelayan. Namun, ia mengakui pencairan dilakukan secara bertahap karena kendala anggaran.

“Kami tidak bisa memenuhi seluruh permintaan dalam waktu bersamaan. Reses ini dimaksudkan untuk menjaring aspirasi agar kita tahu kebutuhan warga yang akan ditindaklanjuti pada alokasi anggaran berikutnya,” jelas Ramsah.
Di bidang infrastruktur, warga juga melaporkan adanya jalan aspal yang terputus serta akses menuju rumah ibadah yang belum memadai akibat dampak refocusing anggaran 2025. Terkait hal ini, Ramsah memastikan perbaikan jalan lingkungan tetap menjadi prioritas usulan pada anggaran berjalan.
Politisi ini juga mendorong penguatan BUMDes dan kolaborasi sektor pariwisata untuk mengelola potensi garis pantai Sebatik. Menurutnya, pemerataan pembangunan adalah amanah pengabdian yang harus dirasakan masyarakat luas.
“Jika bantuan merata dan tepat sasaran, itu merupakan bagian dari ibadah bagi kita semua,” pungkasnya. (TN/Pubdok Sek.DPRD Nnkn)
