Berikut Suka Duka Tim Pemakaman Covid – 19 Nunukan
![]()

TERASNKRI.COM | KALTARA, NUNUKAN – Langit terlihat gelap berawan disertai gerimis membasahi tanah merah yang baru saja digali, waktu menunjukkan sekitar pukul 13.30 WITA ketika mobil ambulan memasuki gerbang TPU Terpadu di Kelurahan Nunukan Selatan. Tampak beberapa petugas berbaju Hazmat putih putih lengkap turun dari Ambulan, dengan cekatan mereka menurunkan Jenazah yang telah berada dalam peti untuk dikuburkan dengan protokol Covid – 19. Hari itu, Rabu (23/12) di tengah guyuran hujan gerimis, Tim Pemakaman Satgas Covid – 19 Kabupaten Nunukan akan menguburkan jenazah berstatus Probabel Covid – 19.
Itulah sedikit gambaran suasana pemakaman Pasien Probabel Covid 19 beberapa waktu yang lalu. Saat dikonfirmasi, kepada Warta Humas melalui pesan Whatsappnya, Kamis (31/12/2020) Kasubbid Kedaruratan BPBD Kab Nunukan Hasan menyampaikan tata kerja dan suka duka dari personil Tim Pemakaman Satgas Covid 19 Kabupaten Nunukan.
Hasan menjelaskan bahwa tim pemakaman Satgas Covid – 19 Kabupaten Nunukan ini terdiri dari beberapa unsur, diantaranya dari BPBD Kabupaten Nunukan, PMI Nunukan, dan dari Bidang Pemakaman DPUPRPKP Kab. Nunukan.
“Tim ini terdiri dari petugas penggali kubur, petugas pemakaman dan petugas desinfeksi, jumlahnya semua ada 10 personil”, ujar Hasan.
Menurutnya prosedur pemakaman Jenazah Covid – 19 ini dilaksanakan sesuai dengan Protokol Pemakaman Covid – 19 mulai dari Pemulasaraan Jenazah di RSUD Nunukan, evakuasi hingga prosesi pemakamannya.
“Pihak keluarga juga tidak diperkenankan berada di dekat lokasi pemakaman dan hanya dibolehkan melihat dari kejauhan untuk menghindari resiko penularan”, tambahnya.
Selain dari pada itu, tim ini juga memulasarakan dan memakamkan jenazah sesuai dengan agama dan kepercayaan dari almarhum. Sebagai contoh pada pemakaman pada Rabu (23/12) pemulasaraan jenazah sesuai dengan fardhu kifayah umat Islam berikut dengan pemakamannya.
Menurut Hasan hingga saat ini kondisi anggota Tim Pemakaman Jenazah Covid 19 dalam kondisi sehat, hal ini memang menjadi hal yang utama diperhatikan agar tidak tertular / terpapar Covid – 19 dari jenazah yang dimakamkan dengan memastikan APD yang dipakai standar.
“Kondisi anggota tim sampai saat ini sehat semua, kami pakai APD lengkap sesuai standar”, tambah Hasan.
Ditanya tentang suka duka menjadi petugas pemakaman Covid 19, Hasan menjelaskan memang sudah menjadi resiko dari tugasnya.
“Begitulah pak, tugas kami membantu penanganan pasien covid yg meninggal dunia, dan juga keluarga pasien yg meninggal, anggota selalu siap sedia dengan segala resiko yang siap siap ditanggung oleh masing – masing”, tuturnya.
Senada dengan yang disampaikan Hasan, Ignasius, anggota PMI Nunukan yang juga menjadi salah satu anggota Tim Pemakaman Covid – 19 Kabupaten Nunukan juga merasa apa yang dilakukannya ini tidaklah menjadi bebannya.
Menurut Igna, nama panggilan akrabnya di PMI, dengan sukarela dia bersama empat relawan PMI lainnya mengajukan diri begitu ada tawaran dari BPBD untuk bergabung menjadi anggota Tim Pemakaman Covid 19 Kabupaten Nunukan.
“Yang penting kami bilang APD lengkap sesuai protokol Covid-19. Apa lagi panggilan tugas kemanusiaan”, tambah Igna.
Saat ditanya apakah ada rasa takut dan kuatir tertular, Igna tidak merasa khawatir tertular dan dengan senang hati melakukan tugas kemanusiaan tersebut, “kalau takut sih tidak, cuma waspada saja karena yang dimakamkan statusnya probabel”, ujar Igna.
Itulah sedikit gambaran tentang Tim Pemakaman Covid 19 Kabupaten Nunukan, walaupun hingga saat ini tim ini siap sedia melaksanakan tugas kemanusiaannya, namun sebagai manusia biasa di dalam hati kecilnya terbersit doa semoga tidak ada lagi yang dimakamkan secara Protokol Covid – 19.
“Kami berharap masyarakat dapat patuh pada protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah”, ujar Hasan menutup penjelasannya.
TN/***
