EkonomiKalimantan Utara

Inflasi Kaltara Mei 2026 Capai 2,90 Persen, Tanjung Selor Tertinggi

Loading

TERASNKRI.COM | TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara mengeluarkan Berita Resmi Statistik No. 35/06/65/Th. XII, tanggal 2 Juni 2026 yang mencatat inflasi tahunan Provinsi Kalimantan Utara (year-on-year/y-on-y) sebesar 2,90 persen pada Mei 2026 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,00.

Berdasarkan data BPS, inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Selor sebesar 3,97 persen dengan IHK 109,51. Sementara itu, Kabupaten Nunukan mencatat inflasi terendah sebesar 2,03 persen dengan IHK 111,10.

Baca Juga  Pemprov Kaltara Dorong Sekolah Aman dan Ramah Anak Lewat Program INOVASI

Kenaikan inflasi tahunan di Kaltara didorong oleh meningkatnya harga pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang tertinggi dengan kenaikan 9,53 persen, disusul sektor kesehatan sebesar 7,84 persen.

Selain itu, kelompok transportasi mengalami kenaikan 4,51 persen dan penyediaan makanan serta minuman/restoran naik 3,52 persen.

Baca Juga  Sekprov Apresiasi Kinerja ASN dan Dorong Penguatan Tata Kelola

Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga tercatat meningkat 2,97 persen. Sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 1,84 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya naik 1,48 persen, pendidikan naik 0,70 persen, pakaian dan alas kaki naik 0,38 persen, serta perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 0,17 persen.

Di sisi lain, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan menjadi satu-satunya kelompok yang mengalami deflasi sebesar 0,01 persen.

Baca Juga  Lebaran H+2: Warga Tarakan Padati Open House Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang

BPS juga melaporkan inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) Kalimantan Utara pada Mei 2026 sebesar 0,27 persen. Sementara inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) selama Januari hingga Mei 2026 tercatat sebesar 1,44 persen.

Data tersebut menunjukkan tekanan harga di Kalimantan Utara masih terkendali meskipun sejumlah kelompok pengeluaran mengalami kenaikan yang cukup signifikan. (TN/BPS Kaltara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *