Geliat “Desa Genjeran”, Petani di Sukamanah Bekasi Pilih Budidaya Genjer Ketimbang Padi
![]()

TERASNKRI.COM | BEKASI, JABAR – Desa Sukamanah, khususnya di wilayah Elo Wates, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, kini dikenal sebagai “Desa Genjeran”. Julukan ini muncul karena mayoritas petani di wilayah tersebut beralih menanam sayur genjer di lahan persawahan mereka,
Salah satu petani setempat, Jumbrah, mengungkapkan bahwa budidaya bunga genjer jauh lebih menguntungkan dibandingkan menanam padi. Menurutnya, kondisi tanah di wilayah tersebut sangat cocok untuk tanaman air seperti genjer.
“Alhamdulillah, semenjak belajar menanam kembang genjer ini hasilnya sangat cocok. Dibandingkan tanam padi yang hasilnya kurang bagus, hasil dari buah genjer ini jauh lebih menjanjikan,” ujar Jumbrah kepada awak media.

Berbeda dengan budidaya padi, genjer tidak memerlukan bedengan. Petani cukup melakukan penyiangan rumput dan membajak sawah agar tanah tetap berair. Para petani di Sukamanah biasanya menggunakan bibit anakan yang ditanam pada sore hari untuk mengurangi penguapan agar tanaman tidak layu.
Proses panen genjer tergolong cepat, yakni saat tanaman berumur 1 hingga 1,5 bulan. Petani dapat memetik bagian bunga dan tangkainya setiap 3-4 hari sekali. Kualitas genjer terbaik yang diminati pasar adalah yang masih muda dengan ciri warna hijau cerah.
Budidaya ini dinilai lebih produktif karena masa tunggu panen yang singkat dan perawatan yang relatif mudah selama ketersediaan air terjaga. Fenomena ini menjadikan Desa Sukamanah sebagai sentra pemasok sayur genjer utama di wilayah Kecamatan Sukatani. (Asan/Editor : Shr)
