Nusantara

Geliat “Desa Genjeran”, Petani di Sukamanah Bekasi Pilih Budidaya Genjer Ketimbang Padi

Loading

TERASNKRI.COM | BEKASI, JABAR – Desa Sukamanah, khususnya di wilayah Elo Wates, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, kini dikenal sebagai “Desa Genjeran”. Julukan ini muncul karena mayoritas petani di wilayah tersebut beralih menanam sayur genjer di lahan persawahan mereka, 

Salah satu petani setempat, Jumbrah, mengungkapkan bahwa budidaya bunga genjer jauh lebih menguntungkan dibandingkan menanam padi. Menurutnya, kondisi tanah di wilayah tersebut sangat cocok untuk tanaman air seperti genjer.

Baca Juga  Bhabinkamtibmas Desa Namlea Sabet Dua Juara Utama, Polres Buru Tampil Gemilang di Lomba Hari Bhayangkara ke-80 Polda Maluku

“Alhamdulillah, semenjak belajar menanam kembang genjer ini hasilnya sangat cocok. Dibandingkan tanam padi yang hasilnya kurang bagus, hasil dari buah genjer ini jauh lebih menjanjikan,” ujar Jumbrah kepada awak media.

Berbeda dengan budidaya padi, genjer tidak memerlukan bedengan. Petani cukup melakukan penyiangan rumput dan membajak sawah agar tanah tetap berair. Para petani di Sukamanah biasanya menggunakan bibit anakan yang ditanam pada sore hari untuk mengurangi penguapan agar tanaman tidak layu.

Baca Juga  Sinergi Tanpa Batas! Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Masyarakat Desa Kaki Air Gotong Royong Bangun Jembatan Gantung

Proses panen genjer tergolong cepat, yakni saat tanaman berumur 1 hingga 1,5 bulan. Petani dapat memetik bagian bunga dan tangkainya setiap 3-4 hari sekali. Kualitas genjer terbaik yang diminati pasar adalah yang masih muda dengan ciri warna hijau cerah.

Baca Juga  TNI Wujudkan Rumah Layak Huni, Kodim 1506/Namlea dan Yon TP 821 Gelar Karya Bakti Pembangunan RTLH di Dusun Nametek

Budidaya ini dinilai lebih produktif karena masa tunggu panen yang singkat dan perawatan yang relatif mudah selama ketersediaan air terjaga. Fenomena ini menjadikan Desa Sukamanah sebagai sentra pemasok sayur genjer utama di wilayah Kecamatan Sukatani. (Asan/Editor : Shr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *