BuruNusantara

Penertiban dan Pengosongan PETI di Waramsihat Berhasil Bongkar Ratusan Tenda

Loading

TERASNKRI.COM | BURU, MALUKU– Kegiatan penertiban dan pengosongan lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Waramsihat, Dusun Ukalahin, Desa Persiapan Modan Mohe, Kecamatan Lolongguba, yang dipimpin langsung oleh Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang, S.H., S.I.K, M.M. dan Wakapolres Buru KOMPOL Jufri Jawa, bersama dengan 116 personel gabungan dari unsur Polres Buru, Brimob Yon A Kompi 3 Pelopor, Kodim 1506 Namlea, dan Sub Den Pom Namlea, Jumat (1/5/2026)

Baca Juga  Pemdes Kalangsurya Gelar Rapat Minggon, Sosialisasikan Program Kesehatan RS Hastien

Bertolak dari Markas Polres Buru pukul 08.30 WIT setelah apel persiapan, rombongan menempuh perjalanan sejauh 78 kilometer dan tiba di lokasi sasaran pukul 10.30 WIT. Kegiatan penertiban berlangsung intens hingga pukul 17.00 WIT.

Dalam kegiatan hari ini, tim berhasil membongkar sekitar 300 unit tenda yang dijadikan tempat tinggal para penambang dengan cara melepas terpal/tenda dan mencabut tiang penyangga. Selain itu, petugas juga memutus serta membongkar saluran pipa air yang digunakan untuk mendukung aktivitas penambangan.

Baca Juga  Tepat Sasaran, 115 Warga Desa Sampalan Terima Bantuan BPNT dan PKH

Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas pertambangan di area perbukitan saat ini sudah tidak terlihat. Hampir seluruh area di sekitar bibir sungai telah bersih.

Saat ini, dari 22 unit mesin penyedot air yang ada, sudah tidak beroperasi karena salurannya diputus. Demikian juga dengan transportasi long boat, dari 28 unit yang beroperasi sebelumnya, kini hanya tersisa 6 unit yang fungsinya terbatas untuk mengangkut peralatan dari para penambang keluar lokasi dan telah dihimbau untuk berhenti.

Baca Juga  Kerja Lembur, Wujud Nyata TNI dan Masyarakat Antusias Dalam Menyukseskan Pembangunan Jembatan Garuda di Waeleman

Kapolres Buru menegaskan bahwa pemutusan sumber air dan penghentian operasional long boat merupakan kunci utama keberhasilan penertiban ini. Oleh karena itu, langkah tindak lanjut akan difokuskan untuk membersihkan sisa mesin yang masih terpasang dan menindak tegas transportasi yang masih beroperasi, guna memastikan seluruh aktivitas ilegal di wilayah tersebut berhenti total. (Grace)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *