BuruMalukuNusantara

PMII dan Penambang Bela TNI, Sebut Isu Pungli Rp3 Juta di Tambang Buru Adalah Fitnah

Loading

TERASNKRI.COM | BURU, MALUKU – Tudingan pungutan liar (pungli) sebesar Rp3 juta yang diarahkan kepada oknum anggota TNI di area pertambangan Kabupaten Buru mendapat reaksi keras dari tokoh pemuda dan masyarakat. Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Buru, M. Idrus Barges, S.E., menegaskan bahwa berita yang beredar di salah satu media daring tersebut adalah fitnah yang tidak berdasar.

Baca Juga  34 Personel Kodim 1506/Namlea Resmi Naik Pangkat, Dandim Tekankan Profesionalisme dan Militansi Prajurit

Barges menilai isu tersebut sengaja diembuskan untuk merusak hubungan harmonis antara TNI dan rakyat. Menurutnya, kehadiran personel Kodim 1506/Namlea di lokasi tambang justru sangat krusial untuk mencegah konflik horizontal dan tindakan anarkis antarpenambang.

“Tudingan itu murni fitnah. Kehadiran TNI di pos pengamanan justru bertujuan mulia untuk menjamin stabilitas keamanan dan memperkecil ruang konflik yang sering terjadi di area tambang,” ujar Barges, Senin (23/3/2026).

Baca Juga  IPMANU Gelar Halal Bihalal, Pemuda dan Pemerintah Desa Muarabakti Perkuat Sinergi

Senada dengan PMII, para pelaku usaha pertambangan di lapangan mengaku merasa lebih aman dengan adanya pengawasan dari pihak TNI. Salah satu penambang yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa keberadaan aparat terbukti efektif meredam ketegangan di lokasi kerja mereka.

“Kami justru merasa aman bekerja saat dijaga TNI. Kami meminta Pangdam XV/Pattimura dan Dandim 1506/Namlea untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang ingin memecah belah warga dengan tentara,” tegasnya.

Baca Juga  Kawal Arus Mudik 2026, Pejuang Siliwangi DPAC Jatisari Siaga di Jalur Pantura

Atas kejadian ini, PMII mendesak Dandim 1506/Namlea untuk memanggil pihak media terkait guna memberikan klarifikasi. Barges mengingatkan agar setiap pemberitaan harus berbasis fakta dan melalui proses cek dan ricek yang berimbang agar tidak meresahkan masyarakat serta menjaga nama baik institusi TNI. (TN/GP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *