DAERAHNusantara

Seleksi Anggota BPD Muktiwari Ricuh, Warga Tuding Proses Tidak Transparan

Loading

TERASNKRI.COM | BEKASI, JABAR – Proses seleksi pengisian anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, berakhir ricuh pada rapat yang digelar di kantor desa setempat. Ketegangan dipicu oleh protes warga yang menilai proses penjaringan calon anggota BPD tidak berjalan transparan dan objektif.

Suasana rapat memanas hingga terjadi aksi saling dorong antarwarga yang hadir. Tokoh masyarakat setempat, Syarifudin Hidayat alias Egay, mengungkapkan bahwa kericuhan bermula saat warga mempertanyakan validitas data perwakilan pemilih. Menurutnya, proses penjaringan oleh oknum RT dilakukan secara sepihak tanpa musyawarah dengan masyarakat.

Baca Juga  Korsleting Aki Picu Kebakaran Mobil di SPBU Pakam, Rugi Rp20 Juta

“Pemicunya saat pembahasan kuota perempuan. Saya menyampaikan kritik mengenai hak pilih. Ditemukan adanya RT yang menjaring pemilih dari kalangan keluarganya sendiri, seperti istri dan anak. Ini menunjukkan panitia tidak objektif dan tidak transparan,” ujar Egay saat memberikan keterangan di lokasi.

Baca Juga  Pembagian Takjil Kapolres Buru dan Wakapolres Buru, Wujud Kepedulian di Bulan Suci Ramadhan 1447 H

Warga menuntut agar panitia seleksi mengedepankan profesionalitas dan keterbukaan informasi. Mereka berharap anggota BPD yang terpilih benar-benar murni merupakan representasi dari setiap dusun, bukan berdasarkan kepentingan tertentu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Muktiwari, Bahrudin, membantah tudingan ketidakterbukaan tersebut. Ia menyatakan bahwa kriteria dan mekanisme pengisian anggota BPD telah disepakati sejak musyawarah tahap pertama.

“Kriteria sudah ditetapkan dari rapat pertama. Awalnya ada 11 kriteria berdasarkan Perbup, kemudian disepakati menjadi 8 kriteria. Nama-nama yang dipersoalkan sebenarnya ada dalam data, namun ada pihak yang menciptakan suasana tidak kondusif,” jelas Bahrudin.

Baca Juga  Sukses Kawal Arus Baik Penumpang Via KM Ciremai & KM Nggapulu dengan Pelayanan Sepenuh Hati

Situasi akhirnya dapat dikendalikan setelah aparat kepolisian dan TNI yang berjaga di lokasi turun tangan untuk meredam massa. Meskipun sempat terjadi kericuhan, pemerintah desa mengklaim situasi kembali kondusif dan proses akan tetap dilanjutkan sesuai aturan yang berlaku. (Trimulyadi/Editor : Shr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *