JMSIKuliner

Founder Rumah Sambal Seruit Bersama Ketum JMSI Berkomitmen Mendorong Kemajuan Kuliner Khas Daerah

Loading

TERASNKRI.COM | LAMPUNG – Provinsi Lampung memang memiliki beragam ciri khas daerah, salah satunya pada bidang kuliner.

Seperti sambal seruit yang merupakan olahan makanan khas Lampung yang disukai masyarakat lokal dan kini mulai dikenal masyarakat luas.

Sambal seruit merupakan sambal terasi dan rampai yang cara menyantapnya dipadukan dengan berbagai jenis lalapan rebus seperti terong, labu siam, jantung pisang, serutan timun, dan perasan jeruk nipis.

Baca Juga  HUT ke-6, JMSI Aceh Salurkan Donasi untuk 50 Anak Penyintas Bencana di Bireuen

Sekarang ini jika kalian ingin mencari sambal seruit tidak perlu repot, karena sekarang sudah banyak orang Lampung yang buka rumah makan di berbagai kota, salah satunya di Jakarta.

Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Pusat berkesempatan berbincang dan bersilaturahmi dengan salah satu rumah makan sambal seruit.

Dalam kesempatan tersebut Ketua JMSI Pusat Teguh Santosa berbincang langsung dengan Winnie Aries Husada dan Angga Ferdiansyah yang merupakan founder dari Rumah Sambal Seruit dan turut hadir Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Abdullah Rasyid.

Baca Juga  Jelang Idul Fitri, JMSI Hadir untuk Ibu-Ibu Penopang Pangan Keluarga di Nunukan

Silaturahmi ini tentunya menjadi salah satu bentuk kepedulian JMSI terhadap kuliner yang ada di Indonesia. Sehingga dapat memberikan motivasi dan dorongan untuk terus mengembangkan kuliner daerah.

“Tentunya hal ini dapat di apresiasi bagaimana mereka peduli dengan pelestarian kuliner turun temurun yang tentunya harus terus di jaga,” kata Ketua JMSI Selasa (11/2/2025).

Diketahui saat ini Rumah Sambal Seruit sudah membuka 3 cabang yaitu:

Baca Juga  Kementerian Kebudayan dan JMSI Kolaborasi Majukan Kebudayaan Nasional

Cabang Jakarta Pusat : Jl. Imam Mahbud No.36, Duri Pulo; Cabang Jakarta Barat : Jl. Mangga Besar VIII No.3Cdan Cabang Tangerang : Jl. Kebon Nanas No.191

Diharapkan dengan pertemuan ini menjadi langkah yang baik dalam mendorong kuliner Indonesia untuk terus berkembang dan kuliner warisan turun temurun khas daerah dapat bersaing dengan kuliner modern.

Sehingga terus terjaga dan dapat menjadi contoh bagi generasi berikutnya untuk terus menjaga dan melanjutkan kuliner daerah. (TN/JMSI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *