BisnisEkonomi

BI Kaltara Bawa UMKM Dbaloy Perluas Peluang Pasar Ekspor

Loading

TERASNKRI.COM | TARAKAN, KALTARA – UMKM Dbaloy asal Kalimantan Utara (Kaltara) mencatatkan kesepakatan bisnis senilai Rp1,12 miliar dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Kesepakatan tersebut menjadi peluang bagi produk olahan ikan bandeng tanpa duri untuk memperluas pasar domestik dan internasional.

Capaian itu diraih melalui partisipasi Dbaloy yang difasilitasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara (KPwBI Kaltara) dalam pameran perdagangan internasional yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta.

Hal tersebut disampaikan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalimantan Utara melalui release resmi yang dibagikan kepada media, Kamis (22/10/2026)

Baca Juga  Karya Kreatif Benuanta 2026 Digelar di Bulungan, Dorong UMKM Kaltara Tembus Pasar Global

Selama pameran, Dbaloy mengikuti sejumlah kegiatan business matching dan business pitching dengan calon mitra dagang dari dalam maupun luar negeri. Penjajakan dilakukan dengan calon pembeli dari Jepang, Kuwait, India, Filipina, Malaysia, Nigeria, Uni Emirat Arab, Singapura, dan Brunei Darussalam, serta mitra ritel modern di dalam negeri.

Sejumlah pertemuan menghasilkan tindak lanjut berupa permintaan penawaran, pertukaran surat permintaan informasi (inquiry letter), penjajakan Letter of Intent (LoI), hingga negosiasi kontrak penjualan.

Salah satu peluang kerja sama yang dijajaki adalah kontrak penjualan dengan BMH Sdn. Bhd. dari Sabah, Malaysia, untuk mendukung uji pasar dan penetrasi produk. Sementara itu, komunikasi dengan calon pembeli dari Kuwait dan Suzuya Group di Medan telah memasuki tahap negosiasi LoI.

Baca Juga  Polda Sulsel Ungkap Penyalahgunaan BBM Subsidi, 17 Orang Jadi Tersangka

Calon pembeli dari Singapura juga menjajaki peluang ekspor melalui penyesuaian kemasan produk dan skema pengiriman Less than Container Load (LCL).

Selain membuka peluang bisnis, produk olahan bandeng Dbaloy mendapat respons positif dari pengunjung pameran. Seluruh produk yang dibawa selama TEI 2026 terjual habis sebanyak 170 kotak, terdiri atas 100 kotak Bandeng Prestoku dan 70 kotak Bandeng Asapku.

Capaian penjualan tersebut menunjukkan adanya minat terhadap produk olahan ikan khas Kaltara sekaligus menjadi peluang untuk memperluas pemasaran ke pasar yang lebih luas.

Baca Juga  Kaltara-Jatim Perkuat Jalur Dagang, Transaksi Tembus Rp2 Triliun

Partisipasi dalam TEI 2026 juga memberikan kesempatan bagi Dbaloy untuk memahami kebutuhan calon pembeli, termasuk penyesuaian kemasan, persyaratan sertifikasi halal, efisiensi biaya logistik, dan kesiapan memenuhi permintaan ekspor.

KPwBI Kaltara menyatakan akan terus memperkuat pendampingan dan fasilitasi bagi UMKM unggulan, khususnya dalam menindaklanjuti peluang kerja sama dagang, meningkatkan kesiapan ekspor, serta memperluas jejaring pemasaran domestik dan internasional.

Melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan mitra strategis, pengembangan UMKM berorientasi ekspor diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk unggulan, memperkuat daya saing industri pengolahan daerah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kaltara yang inklusif serta berkelanjutan. (TN/KPwBI Kaltara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

      

Loading