Bupati Buru Sambut Kedatangan Gubernur Maluku dan Rombongan di Bumi Bupolo
![]()

TERASNKRI.COM | BURU, MALUKU – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa memimpin rombongan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan kunjungan kerja (Kunker) istimewa ke Kabupaten Buru, Rabu (6/5/2026).
Rombongan yang membawa misi pengawasan dan evaluasi ini terdiri dari tokoh-tokoh pimpinan strategis, di antaranya; Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, serta perwakilan Kejaksaan Tinggi Maluku.
Kedatangan orang nomor satu Maluku dan lainnya disambut langsung Bupati Buru Ikram Umasugi, di dampingi Dandim 1506/Namlea Letkol Inf Heribertus Purwanto dan Forkopimda Kabupaten, beserta masyarakat Bupolo
Penyambutan itu tidak hanya bersifat resmi, tetapi juga diwarnai kekayaan budaya lokal. Sebagai bentuk penghormatan dan identitas kearifan daerah, para tamu kehormatan dipasangi Lestar (ikat kepala adat) yang menjadi simbol martabat dan persaudaraan. Suasana semakin meriah dengan penampilan tarian Sawat yang dibawakan oleh putra-putri daerah, menjadi bukti bahwa meski dihadapkan pada berbagai persoalan, semangat budaya masyarakat Buru tetap terjaga dengan baik.
Diketahui, kunjungan yang dilakukan oleh Gubernur Maluku itu terkait penanganan aktivitas pertambangan emas ilegal di kawasan Gunung Botak. Serta, melihat langsung kondisi lapangan dan memastikan langkah penataan berjalan sesuai koridor hukum.
Olehnya itu, kunjungan ini memiliki makna yang sangat penting. Bukan sekedar kunjungan inspeksi biasa, melainkan wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi Maluku bersama seluruh unsur keamanan dan penegak hukum untuk memberantas praktik pertambangan ilegal yang telah merusak lingkungan dan melanggar aturan yang berlaku.
Di lokasi Gunung Botak, Gubernur dan rombongan melihat langsung proses pembersihan yang sedang dijalankan, mengecek efektivitas langkah-langkah yang telah diambil, serta mendengar aspirasi dari berbagai pihak terkait.
“Kami datang ke sini bukan hanya untuk melihat, tetapi untuk memastikan bahwa upaya penertiban ini berjalan konsisten, tepat sasaran, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat serta kelestarian alam Buru,” ujar Gubernur Hendrik Lewerissa saat tiba di bandara Naniwel.
Langkah ini juga menjadi sinyal tegas, bahwa pemerintah tidak akan mentolerir lagi setiap aktivitas yang merusak sumber daya alam dan mengabaikan hukum.
“Dengan sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan lembaga penegak hukum lainnya, diharapkan kawasan Gunung Botak dapat kembali pulih, dikelola secara bertanggung jawab, dan akhirnya memberikan kesejahteraan yang adil bagi seluruh masyarakat Maluku,” tegas Gubernur. (Grace)
