EkonomiKalimantan Utara

KPwBI Kaltara Sosialisasikan CBP dan QRIS pada Penyandang Disabilitas

Loading

TERASNKRI.COM | KALTARA, TARAKAN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov. Kalimantan Utara Sosialisasikan “Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah” serta penggunaan QRIS.kepada masyarakat yang sasarannya kali ini pada penyandang disabilitas dengan berkolaborasi dengan Persatuan penyandang disabilitas indonesia (PPDI) Kota Tarakan, Jumat (12/09/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan di Perpustakaan BI Kaltara, sosialisasi atau edukasi Cinta, Bangga, Paham, Rupiah, karena rupiah adalah mata uang Indonesia yang sah, sebagaimana diatur dalam Undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang.

Baca Juga  SE BKN Nomor 1 Tahun 2021 Jadi Dasar Perpanjangan Plt di Pemprov Kaltara

“Jadi berdasarkan undang-undang tersebut, mata uang yang sah, yang bisa dilakukan transaksi di Indonesia ini adalah rupiah. Edukasi ini menjadi penting karena kami melihat penggunaan rupiah di perbatasan harus terus meningkat, karenanya melalui edukasi ini kita coba meningkatkan cinta, bangga, dan paham rupiah tersebut ”, ujar Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltara, Seno Indarto.

Baca Juga  Polres Nunukan Bersinergi Lakukan Pengecekan Sembako, Antisipasi Kelangkaan Serta Lonjakan Harga

Ditambahkan oleh Seno Indarto, besar harapan BI sosialisasi ini bermanfaat dan dapat meningkatkan pemahaman terkait dengan rupiah dan bagaimana memperlakukan rupiah.

“Ketika kita sudah cinta, bangga, dan paham rupiah, makan kita akan turut cara merawat ya, dengan 5J. Jangan di staples, dicoret, dibasahi dan jangan diremas uang kertas.” harapnya.

Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltara Seno Indarto juga menegaskan, pentingnya edukasi sering lakukan ke masyarakat termasuk hari ini kepada teman-teman penyandang disabilitas, karena Kalimantan Utara, kondisinya juga di perbatasan.

Baca Juga  Wujudkan Kemandirian Pangan 2026, Pemprov Kaltara Gandeng PT Charoen Pokphand

“Kenapa jadi penting ini kita lakukan. Harapan kami besarnya memang wajib nya kita menggunakan rupiah, terlebih kita berada perbatasan dengan Malaysia. Tentunya Kembali kita coba meningkatkan cinta, bangga, dan paham rupiah tersebut, melalui edukasi-ekuasi seperti ini”, pungkasnya.

Selain edukasi CBP Rupiah, juga dikenalkan aplikasi Qris dan cara menggunakan QRIS, mendukung terwujudnya masyarakat nontunai di Indonesia. (TN/Myd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *