Diduga Perlambat Keberangkatan, Penumpang dan Supir Truk KM Tatihu Ribut Dengan Pihak Syahbandar di Pelabuhan Galala-Namlea
![]()
Kasi Keselamatan Berlayar Kantor KSOP Kelas I Ambon Arthur Piris: Kita Bekerja Sesuai Aturan.

TERASNKRI.COM | AMBON, MALUKU – Terjadi keributan penumpang dan supir truk .KM Tatihu dengan pihak Syahbandar di pelabuhan Fery Galala. Keributan ini diduga dipicu akibat pihak Syahbandar memperlambat dan mempersulit keberangkatan Fery KM. Tatihu dari pelabuhan Galala menuju pelabuhan Namlea, Minggu (6/7/2025) malam.
Menurut salah satu sopir mobil yang menumpang yang tidak mau menyebut namanya di publikasikan mengungkapkan bahwa pihak Syahbandar pelabuhan mempersulit mereka.
“Katong (kita) tidak tau ini ada permainan atau mempersulit kita sebagai supir supir truk. Kita semuanya mau ada 18 mobil truk yang naik tadi malam di KM Wayangan, harus malam ini juga semua 18 truk (mobil) itu harus naik juga di KM.Tatihu,” ungkapnya.
Mereka mau hal yang sama juga dilakukan pihak Sabandar pada KM. Tatihu. Semua mobil dapat naik, namun hal itu berbanding terbalik.
“Kita semua mau seperti begitu, tetapi dari pihak Syahbandar menyampaikan bahwa KM.Tatihu hanya bisa pemuatan 14 truk,” tambah sang sopir.
Dikatakannya, sebelum syahbandar yang baru, biasanya itu BPTD memperbolehkan pemuatan lebih dari 18 sampai 20 truk yang bisa naik, tapi sekarang lain lagi dari pihak Syahbandar maunya hanya 14 truk.
“Lalu truk – truk kita yang tidak bisa naik ini bagaimana? kan bisa merugikan kita sebagai supir. Dan kita semua inginkan ada kebijakan dari pihak Syahbandar,” tutur sumber.
Terkait hal tersebut, saat media ini mengkonfirmasi Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Kantor KSOP Kelas I Ambon, Arthur Piris, dirinya menyampaikan bahwa pihaknya tidak mempersulit penumpang, pihaknya hanya menjalankan aturan.
“Kita dari pihak Syahbandar tidak mempersulit, kita hanya ikut aturan, kita di sini siap untuk kasi (menaikkan) berangkat cuma masalahnya dari ASDP dan UPTD kasi naik sapa yang punya mobil datang duluan kita kasih naik.
Semua pemuatan dari BPTD dan kita semua datang untuk keberangkatan, cuma kendalanya tadi malam KM. Wayangan trobel tidak bisa berangkat, karena Wayangan ini punya ASDP mereka minta 18 mobil ini harus naik sedangan BPTD punya Fery Tatihu hanya bisa pemuatan 14 truk saja garis muatan sudah tenggelam,” jelasnya.
Dia mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan para sopir truk dan penumpang, dan pada malam ini KM Tatihu hanya memuat penumpang, sementara besok hari baru KM. Erana lakukan pemuatan semua truk.
“Kami dari syahbandar sudah koordinasi dengan para supir truk dan penumpang, malam ini KM. Tatihu lakukan pemuatan penumpang semua, dan besok (Senin, red) pagi jam 10 baru KM. Erana pemuatan mobil truk,” sebutnya. (Grace)
