Tolak KLB Abal – Abal, Kader Partai Demokrat se – Kaltara, AHY Ketua Umum Kami, Bukan Moeldoko!

Dilihat 328 

TERASNKRI.COM | Tanjung Selor – DPD Partai Demokrat Provinsi Kaltara beserta 5 DPC kabupaten/kota membuat pernyataan sikap terkait Kongres Luar Biasa (KLB) dan pelengseran Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari pucuk pimpinan partai.

Pernyataan sikap tersebut dituangkan dalam akta notaris dengan nomor 09 tanggal 15 Maret 2021 yang dilengkapi tandatangan dari masing-masing ketua DPC Partai Demokrat di Sekretariat DPC Partai Demokrat Bulungan, Senin malam (15/3).

Kelima Ketua DPC Demokrat tersebut masing – masing Ketua DPC Demokrat Tarakan Herman Hamid, Ketua DPC Demokrat Bulungan Farida Silviawati, Ketua DPC Demokrat Malinau Wempi W Mawa, dan Ketua DPC Demokrat Tana Tidung Zulkifli AB.

Dalam Akta notaris Henra Firdaus itu kelima Ketua DPC Demokrat kabupaten/kota juga menyatakan tetap setia dan patuh kepada hasil Kongres ke-V Partai Demokrat yang dihelat di Jakarta pada 2020 lalu. Serta menolak KLB yang dilaksanakan di Deli Serdang, Sumatera Utara, pada 5 Maret 2021.

Baca Juga  DPC Partai Demokrat Kab. Nunukan Solid Dukung Ketum AHY

“Kalau ada hal-hal yang terjadi di luar Partai Demokrat, itu persoalan yang terjadi di luar. Artinya yang melaksanakan KLB itu sebenarnya ada kader partai yang dipecat secara tidak hormat dan telah mengundurkan diri. Artinya ketika mereka keluar dari kemudian mengakui berarti tidak sah,” tegas Ketua DPD Partai Demokrat Kaltara, Yansen TP.

“Pengurus daerah dan seluruh DPC serta kader Partai Demokrat Kaltara menegaskan komitmen, bahwa sesungguhnya tidak ada persoalan dalam partai kami. Partai tetap utuh, kokoh dan kuat sebagai organisasi, dan berjalan sebagaimana adanya

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat ini juga menegaskan bahwa KLB Partai Demokrat yang sah dan diakui pemerintah adalah yang dilaksanakan pada 15 Maret 2020. Selanjutnya memilih dan mengukukuhkan AHY sebagai ketua umum.

“Artinya Partai Demokrat yang sah adalah partai yang dipimpin oleh AHY. AHY adalah ketum yang sah sesuai konstitusi partai, aturan pemerintah, dan kami akui ketum yang memimpin partai ke depan,” ujarnya kepada awak media.

Baca Juga  Menteri Kelautan Dukung Penuh Gubernur Kaltara

“Secara tegas Kami juga menolak hasil KLB yang katanya Partai Demokrat. Itu KLB tidak legal atau tidak sah. Termasuk ketua umumnya yang mereka akui yaitu Moeldoko,” tambah Wakil Gubernur Kaltara ini periode 2021-2024 ini dengan nada tegas

Persoalan yang terjadi pada Partai Demokrat pada saat ini, Yansen berharap agar seluruh masyarakat Indonesia khususnya Kaltara dapat mencerna dengan baik mana yang legal atau syah dan mana yang abal – abal.

Yansen memastikan dalam KLB Deli Serdang tak satupun kader Partai Demokrat dari Kaltara yang turut hadir. Hal ini diyakini karena seluruh kader partai sepakat menolak KLB tersebut.

“Kalau ada yang melakukan di luar ketentuan organisasi harus bertanggungjawab, dan kami tindak tegas. Dan kalau tujuannya kepentingan untuk pribadi ya keluar saja dari Partai Demokrat,” kata Yansen tegas.

Baca Juga  Tiga Pos Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang Kosong resmi diisi ⁣

“Saya harapkan mari kita jaga persatuan kesatuan bangsa, ciptakan demokrasi yang sehat supaya kita tetap hidup kondisi demokrasi yang kondusif,” imbau mantan Bupati Malinau dua periode ini.

Berikut Isi Pernyataan Sikap yang dibacakan Wakil Ketua DPP, Ketua DPD, 5 Ketua DPC serta kader Partai Demokrat.

  • Mengakui dan Mendukung AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yang Sah
  • Kami Dengan Tegas Menolak Moeldoko sebagai Ketum dan Tidak Mengakui Hasil KLB Abal-Abal
  • Bersama Kita Kuat! Bersatu Kita Bangkit!
  • Demokrat SIAP, AHY KETUM!

TN/***

JANGAN LUPA : SELALU MEMAKAI MASKER APABILA BERAKTIVITAS DILUAR RUMAH, SELALU MENJAGA JARAK, KERAP MENCUCI TANGAN DAN BERDOA KEPADA TUHAN UNTUK CEGAH COVID-19

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »
%d blogger menyukai ini: