Kemenkeu dan BI Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter Hadapi Ketidakpastian Global
![]()


TERASNKRI.COM | JAKARTA – Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) berkomitmen memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.
Komitmen tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia yang berlangsung di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Rapat dihadiri Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia bersama Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti serta Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia.
Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia sepakat memperkuat pelaksanaan kebijakan sesuai mandat masing-masing. Kementerian Keuangan secara konsisten menjalankan kebijakan fiskal yang pruden dan berkesinambungan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Dari sisi fiskal, defisit APBN 2026 diarahkan tetap terkendali di bawah 3 persen terhadap PDB, melalui penguatan penerimaan dan penajaman belanja.
Sementara dari sisi pembiayaan, penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dilakukan dengan prinsip kehati-hatian serta penguatan manajemen risiko utang untuk menjaga struktur utang pemerintah tetap sehat, aman, dan berkesinambungan.
Di sisi moneter, Bank Indonesia terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sekaligus mendukung pencapaian sasaran inflasi 2,5±1 persen pada 2026–2027.
Koordinasi kebijakan fiskal dan moneter tersebut ditempuh melalui lima pilar sinergi kebijakan.
Pertama, menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui optimalisasi instrumen kebijakan fiskal dan moneter.
Kedua, memperkuat ketahanan sektor eksternal dalam menghadapi gejolak global, baik dari sisi perdagangan internasional maupun aliran modal asing.
Ketiga, mengelola kecukupan likuiditas di pasar uang, perbankan, dan perekonomian.
Keempat, memperkuat koordinasi pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP/TPID) dalam implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).
Kelima, memperdalam pasar keuangan untuk mendukung transmisi kebijakan sekaligus memperluas sumber pembiayaan ekonomi.
Melalui kelima pilar tersebut, sinergi fiskal dan moneter diarahkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi di tengah dinamika perekonomian global. (TN/Sumber : BI)
