QRIS Kaltara Makin Diminati, Transaksi Tembus Rp676 Miliar hingga Triwulan II 2026
![]()


TERASNKRI.COM | TARAKAN, KALTARA – Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kalimantan Utara (Kaltara) terus menunjukkan pertumbuhan sepanjang 2024–2026. Peningkatan terlihat dari jumlah pengguna dan merchant, hingga volume serta nominal transaksi yang semakin tinggi.
Hingga triwulan II 2026, jumlah pengguna QRIS di Kaltara mencapai sekitar 147 ribu pengguna, tumbuh 18 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan lebih tinggi tercatat pada jumlah merchant. Hingga triwulan II 2026, terdapat sekitar 125 ribu merchant QRIS di Kaltara atau meningkat 37 persen (yoy).
Seiring meluasnya adopsi pembayaran digital, aktivitas transaksi QRIS juga mengalami lonjakan signifikan. Volume transaksi hingga triwulan II 2026 mencapai sekitar 6,66 juta transaksi, tumbuh 154 persen (yoy).
Sementara dari sisi nominal, nilai transaksi QRIS mencapai sekitar Rp676 miliar, atau meningkat 137 persen (yoy) dibandingkan triwulan II 2025.
KKI dan Perluasan MDR QRIS 0 Persen
Di momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) juga meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) sekaligus memperluas kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 persen.
KKI dapat digunakan sebagai sumber dana transaksi melalui QRIS, baik menggunakan metode scan maupun Tap.
Sejak 17 Agustus 2026, tercatat delapan Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) telah menerbitkan KKI, yakni BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, PermataBank, Bank Mega, dan BSI.
Sementara itu, kebijakan MDR QRIS 0 persen diperluas mulai 1 Oktober 2026. Merchant kategori usaha kecil, menengah, dan besar akan dikenakan MDR 0 persen untuk transaksi hingga Rp100 ribu, dari sebelumnya sebesar 0,7 persen.
Adapun kebijakan MDR 0 persen bagi merchant Usaha Mikro (UMI) untuk transaksi hingga Rp500 ribu tetap berlaku.
Pertumbuhan pengguna, merchant, volume, dan nominal transaksi tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan QRIS sebagai instrumen pembayaran digital di Kaltara. Kondisi ini sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital di wilayah perbatasan. (TN/Sumber : KPwBI Kaltara)

