NusantaraSumatera Utara

Emak-emak Warga Pulo Brayan Geruduk Kantor Camat Medan Timur, Tolak Pengangkatan Kepling IX Diduga Skenario

Loading

TERASNKRI.COM | MEDAN, SUMUT – Ratusan emak-emak warga Perwira II, Lingkungan IX, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, menggelar aksi damai dan unjuk rasa di kantor Camat Medan Timur, Jumat pagi (6/3/2026). Mereka secara tegas menolak pengangkatan M Salim sebagai Kepala Lingkungan (Kepling) IX, karena dinilai tidak amanah dan pernah mengecewakan warga saat menjabat sebagai Kepling sebelumnya.

Aksi tersebut sempat ricuh karena warga yang membawa poster penolakan menunggu selama lebih dari tiga jam tanpa kesempatan bertemu langsung dengan Camat Fernanda. Setelah mendesak dan menyampaikan aspirasi keras, mereka akhirnya diperbolehkan masuk ke dalam aula kantor camat untuk menyampaikan keberatan langsung kepada pejabat terkait.

Baca Juga  Humanis di Jalan Raya: Satlantas Banyuwangi Bagikan Makan Siang dan Edukasi di Tengah Kepadatan Arus

“Kami tidak setuju pak M Salim kembali menjadi Kepling di lingkungan kami. Beliau tidak amanah, urusan surat menyurat susah, bantuan tidak pernah sampai ke masyarakat, bahkan banyak bantuan yang ditimbun di rumahnya sendiri,” tegas Irmawati, salah satu warga, kepada wartawan. Ia menambahkan, selama menjabat sebelumnya, kinerja Salim sangat buruk dan tidak mampu memenuhi kebutuhan warga.

Selain itu, warga juga menuding adanya dugaan praktek suap dan settingan dalam proses pengangkatan Kepling IX Pulo Brayan. Mereka menduga keras bahwa penilaian oleh oknum tertentu telah diatur sedemikian rupa dan tidak mencerminkan kondisi nyata di lapangan.

Baca Juga  Usung Slogan ‘Membangun Lebih Baik’, Hasan Basri Siap Maju di Pilkades Karangharja 2026

Camat Medan Timur, Fernanda, menanggapi aksi warga dengan menyatakan bahwa pengangkatan Kepling sudah mengikuti aturan dan mekanisme yang berlaku sesuai Perda Kota Medan Nomor 9 Tahun 2017 dan Perwal Kota Medan Nomor 21 Tahun 2021. Ia berjanji akan melakukan pengawasan ketat terhadap M Salim dan tak segan mencopot jika terbukti melanggar aturan.

“Pengangkatan Kepling dilakukan sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku. Kami akan terus mengawasi dan tidak segan menjatuhkan sanksi jika ada pelanggaran,” tegasnya.

Namun, warga tetap menuding bahwa pengangkatan tersebut dilakukan melalui setting dan melibatkan oknum camat serta anggota DPRD yang diduga berkolusi agar Salim tetap menjabat. Mereka mengancam akan kembali menggelar aksi demo dan mendesak Walikota Medan, Rico Waas, untuk menonaktifkan Camat Medan Timur dan mengusut dugaan kecurangan tersebut.

Baca Juga  Solidaritas Relawan Ambulance Bekasi, Sahur On The Road Sasar Keluarga Pasien

“Kami menuntut transparansi dan keadilan. Kalau camat dan oknum DPRD terlibat, kami akan terus berjuang dan mendesak keadilan buat warga lingkungan IX,” ujar seorang ibu rumah tangga yang enggan disebut namanya.

Hingga berita ini diturunkan, warga berencana kembali menggelar aksi serupa di kantor Walikota Medan jika tuntutan mereka tidak diindahkan. Mereka berharap pemerintah kota mampu menjaga netralitas dan menegakkan aturan secara adil dalam proses pengangkatan Kepling demi terciptanya pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

(Rahmat Hidayat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *