NunukanPemkab Nunukan

Pemerintah Kabupaten Nunukan Hadiri Seremoni Program SIRAM SKK Migas di Desa Tepian

Loading

TERASNKRI.COM | NUNUKAN, KALTARA– Bupati Kabupaten Nunukan dalam hal ini diwakili Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Juni Mardiansyah. A.P menghadiri undangan dari SKK Migas dan JOB Pertamina–Medco E&P Simenggaris dalam acara seremoni Program SIRAM (Sanitasi Inovatif Ramah untuk Masyarakat) di Desa Tepian, Kecamatan Sembakung, Jumat (28/11/2025).

Acara ini dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Juni Mardiansyah, A.P, mewakili Bupati Nunukan. Hadir pula perwakilan SKK Migas, manajemen JOB Simenggaris, Camat Sembakung, Kepala Desa Tepian, serta tokoh masyarakat.

Bupati Apresiasi Bantuan Sanitasi untuk Warga.

Dalam sambutannya, Bupati Nunukan yang dibacakan Asisten Perekonomian dan pembangunan menyampaikan terima kasih kepada JOB Pertamina–Medco E&P Simenggaris atas bantuan sarana sanitasi untuk warga Desa Tepian.

Program sanitasi ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Tahun 2025, perusahaan memberikan 30 unit bio septic tank dan closet bagi warga sebagai dukungan terhadap program pemerintah Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Baca Juga  Peringatan Hari Pahlawan, Pemkab Nunukan Selenggarakan Upacara di Taman Makan Pahlawan Jaya Sakti

Bupati berharap bantuan ini bisa memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat, serta mendukung operasional perusahaan jangka panjang.

“Jika ada lowongan kerja, kami berharap perusahaan dapat memberi kesempatan lebih dulu kepada masyarakat lokal. Ini penting agar masyarakat juga merasa memiliki dan ikut menjaga keberlangsungan kegiatan perusahaan,” ujarnya.

Harapan Agar CSR Ditingkatkan

Bupati juga menyoroti kondisi Desa Tepian yang kaya sumber daya alam, namun belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Beliau meminta agar ke depan, dukungan CSR bisa ditingkatkan dan mencakup bantuan di sektor lain sehingga kesejahteraan warga terus meningkat.

Kepada warga penerima bantuan, pemerintah mengimbau agar fasilitas yang diberikan dijaga dengan baik.

Lebih lanjut Juni meambahkan beberapa informasi yang bersentuhan dengan masyarakat diantaranya harga LPG 3 kg di Desa Tepian yang sangat tinggi (Rp 90.000) karena pasokan tidak berasal dari kuota Nunukan, melainkan dari luar daerah seperti Tarakan. Pemerintah Kabupaten telah mengusulkan tambahan kuota LPG subsidi sebesar 3.833 metrik ton agar harga di desa dapat turun dan UMKM bisa bersaing.

Baca Juga  Peringati HUT Desa ke 29 dan Hari Jadi Kabupaten Nunukan ke 26, Desa Tanjung Karang Gelar Syukuran dan Bakar Ikan Bersama

Yang kedua permintaan masyarakat terkait pembangunan Jalan Atap Sembakung juga sedang diproses. Beberapa perusahaan yang lahannya akan dilewati sedang diidentifikasi. Perencanaan diharapkan dapat disusun pada 2027, disesuaikan dengan kemampuan APBD.

“Jika jalan ini selesai, dampaknya besar bukan hanya untuk warga Tepian, tetapi juga untuk wilayah sekitar hingga Tanggul dan Atap,” jelasnya.

Perwakilan JOB Pertamina-Medco E&P Simenggaris Dennie Junaidi Dharma menyampaikan bahwa Program SIRAM dirancang untuk meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan masyarakat.

Program ini mencakup penyediaan fasilitas sanitasi ramah lingkungan (bio septic tank dan pipa), edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan pendampingan pengelolaan sanitasi di desa.

“Kami ingin program ini membawa perubahan positif bagi lingkungan dan kualitas hidup warga Desa Tepian,” jelasnya

Disamping itu Perwakilan SKK Migas Andi Irmawati selaku Analisis senior departemen formalitas dan komunikasi SKK Migas perwakilan Kalimantan Sulawesi menyampaikan bahwa industri hulu migas memiliki peran penting dalam ketahanan energi nasional. Namun selain produksi, SKK Migas menegaskan komitmennya untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga  Pemkab Nunukan Salurkan Ribuan Paket Sembako untuk Warga Kurang Mampu

Program SIRAM dinilai sebagai langkah penting untuk meningkatkan kesehatan warga melalui perbaikan sanitasi.

Dukungan Pemerintah Provinsi

Perwakilan Gubernur Kalimantan Utara Ir. Wahyuni Nuzband, M.A.P selaku staf ahli gubernur bidang ekonomi ,pembangunan dan hubungan antar lembaga provinsi kalimantan utara menegaskan bahwa pemerintah provinsi sangat terbuka bekerja sama dengan industri agar keberadaan migas memberi nilai tambah untuk masyarakat.

“Kolaborasi pemerintah, perusahaan, dan masyarakat sangat penting untuk membangun lingkungan yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Setelah acara seremoni, rombongan melakukan kunjungan langsung ke rumah warga yang telah dipasang bio septic tank.

Kegiatan dilanjutkan ke Agrowisata Bumdes Berkah Jaya Tepian, dimana tamu disuguhi air kelapa segar hasil perkebunan setempat. (TN/Prokompim Nnkn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *