Ekonomi

Pengguna QRIS di Kalimantan Utara Meningkat

Loading

TERASNKRI.COM | TARAKAN, KALTARA – Pengguna QRIS di Kalimantan Utara mengalami lonjakan, hal tersebut disampaikan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara melalui rilis pada media ini, Jumat (18/7/2025).

KPwBI Provinsi Kalimantan Utara mencatat terdapat pengguna QRIS per Mei 2025 124.543 pengguna QRIS, meningkat sebanyak 3.106 pengguna baru jika dibandingkan 31 Desember 2024 (121.437 pengguna).

Sementara itu, dalam rilisnya, KPwBI Kalimantan Utara menyampaikan Sepanjang Juni 2025, pelaksanaan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) melalui layanan BI-Fast, Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) dan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) telah berlangsung dengan efisien, aman, andal dan lancar di wilayah Kaltara.

Nilai transaksi BI-Fast pada Juni 2025 tercatat sebesar Rp2,98 triliun, lebih tinggi dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp1,88 triliun. Volume transaksi BI-Fast tercatat sebanyak 1,43 juta transaksi tumbuh dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 735 juta transaksi.

Baca Juga  Perkuat Pemerataan Literasi Keuangan Bagi Penyandang Disabilitas, BI Kaltara Gelar Edukasi "Rupiah Untuk Semua, Inklusif Untuk Negeri"

kemudian Nilai transaksi BI-RTGS pada Juni 2025 tercatat sebesar Rp783,13 miliar atau terkontraksi sebesar -27,59% (yoy). Volume transaksi RTGS tercatat sebanyak 523 transaksi atau terkontraksi sebesar -10,60% yoy.

Nilai transaksi transfer dana melalui SKNBI pada Juni 2025 tercatat sebesar Rp318,02 miliar atau terkontraksi sebesar -4,35% (yoy). Volume transaksi SKNBI tercatat sebanyak 6.280 transaksi atau terkontraksi -8,85% (yoy).

KPwBI Provinsi Kalimantan Utara juga menyampaikan bahwa Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) Kaltara pada Mei 2025 tercatat kontraksi -2,91%(yoy).

Hal ini berdasarkan Komponen Tabungan pada Mei 2025 tumbuh sebesar 5,08% (yoy), sementara komponen Giro dan Deposito masing-masing terkontraksi -2,66% (yoy) dan -18,35% (yoy).

Sementara itu, untuk Kredit/pembiayaan pada Mei 2025 tetap kuat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Kaltara, yaitu tercatat tumbuh 39,17% (yoy).

Berdasarkan jenis penggunaan, seluruh kredit tumbuh: Kredit Modal Kerja (19,37% yoy), Kredit Investasi (92,90% yoy), dan Kredit Konsumsi (11,80% yoy).

Baca Juga  Gubernur Zainal Apresiasi Pelaku UMKM Kaltara, Karya Kreatif Benuanta 2025 Sukses

Juga berdasarkan sektor ekonomi, sektor RT mendominasi penyaluran kredit sekitar 26,33% (tumbuh 11,80% yoy), disusul Industri Pengolahan dengan pangsa 25,48% (tumbuh 212,43%).

Untuk Risiko kredit, KPwBI Kalimantan Utara menyampaikan tetap terkendali, tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non-performing loan – NPL) pada Mei 2025 yang terjaga rendah sebesar 1,04% (gross), jauh lebih rendah dari threshold NPL yang ditetapkan Bank Indonesia sebesar 5%.

Penyaluran kredit UMKM pada Mei 2025 Kaltara terkontraksi sebesar -0,93% (yoy). Total nominal kredit outstanding pada Mei 2025 sebesar Rp5,56 triliun dengan penyaluran terbesar kepada sektor ekonomi perdagangan besar dan eceran sebesar Rp2,46 triliun. Pertumbuhan kredit periode laporan didukung dengan kualitas kredit yang terjaga dengan non performing loan (NPL) di level 3,53%.

Dalam rilis yang diterima media ini, KPwBI Kalimantan Utara menyampaikan bahwa Perkembangan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Sepanjang Juni 2025, pelaksanaan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) melalui layanan BI-Fast, Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) dan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) telah berlangsung dengan efisien, aman, andal dan lancar di wilayah Kaltara, 

Baca Juga  KKB 2025, Gubernur Zainal Ajak Masyarakat Belanja dan Cintai Produk Lokal UMKM

Kemudian Nilai transaksi BI-Fast pada Juni 2025 tercatat sebesar Rp2,98 triliun, lebih tinggi dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp1,88 triliun. Volume transaksi BI-Fast tercatat sebanyak 1,43 juta transaksi tumbuh dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 735 juta transaksi.

KPwBI Provinsi Kalimantan Utara juga mencatat, Nilai transaksi BI-RTGS pada Juni 2025 tercatat sebesar Rp783,13 miliar atau terkontraksi sebesar -27,59% (yoy). Volume transaksi RTGS tercatat sebanyak 523 transaksi atau terkontraksi sebesar -10,60% yoy.

Untuk Nilai transaksi transfer dana melalui SKNBI pada Juni 2025 tercatat sebesar Rp318,02 miliar atau terkontraksi sebesar -4,35% (yoy). Volume transaksi SKNBI tercatat sebanyak 6.280 transaksi atau terkontraksi -8,85% (yoy). (TN/KPwBI Prov. Kalimantan Utara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *