MalukuNusantara

Tanggapan Ketua PMII Kab. Buru Terhadap Isu yang Menyudutkan Dandim 1506/Namlea

Loading

Ketua PMII Kab. Buru, M. Idrus Barges, S.E.

TERASNKRI.COM | BURU, MALUKU – Terkait isu yang sementara beredar yang dinilai menyudutkan institusi TNI, khususnya Komandan Kodim (Dandim) 1506/Namlea oleh salah satu oknum Mahasiswa di Ambon, maka Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Buru, M. Idrus Barges, SE, angkat bicara.

Menurut Barges, pernyataan oknum mahasiswa tersebut terkesan tendensius dan memiliki muatan kepentingan pribadi, bukan sebagai bentuk kritik yang konstruktif atau mewakili suara kolektif mahasiswa Maluku.

Baca Juga  Aliansi Masyarakat Adat dan Penambang Lakukan Pemalangan Jalan serta Penolakan Penyisiran/Pengosongan Peti Gunung Botak

“Kami menilai tuduhan terhadap Dandim 1506/Namlea tentang dugaan praktik pungutan liar (pungli) tidak berdasar dan jauh dari kenyataan,” sebut Ketua PMII pada media ini.

Ditegaskannya, selama ini TNI telah menunjukkan komitmen dalam membantu masyarakat dan menjaga stabilitas Keamanan dan kenyamanan di wilayah Tambang Gunung Botak, khususnya di Kabupaten Buru.

Baca Juga  Langkah Pemerintah Tertibkan PETI-GB Diapresiasi Koperasi TRI-M, Keamanan Didukung Kodim 1506/Namlea

Menurut Barges, harusnya mahasiswa sebagai agen perubahan semestinya menyampaikan kritik berdasarkan data dan fakta, bukan membangun opini yang bisa merusak citra institusi negara.

“Kami di PMII Kabupaten Buru justru mengapresiasi peran aktif Dandim dan jajaran TNI dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk membantu masyarakat di bidang sosial dan kebencanaan. Tuduhan sepihak seperti ini justru dapat memicu kegaduhan yang tidak produktif,” ungkapnya.

Baca Juga  Beras Subsidi Telah Terjual Sebanyak 801 Ton Tahun 2025 di Seluruh Kecamatan di Kab. Buru

Selaku ketua PMII Buru, dirinya berharap agar pihak-pihak tertentu tidak menjadikan institusi negara sebagai sasaran demi kepentingan politik atau pribadi.

Untuk itu dia mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk lebih fokus pada isu-isu strategis yang menyangkut kepentingan rakyat secara umum. (Grace)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *