“Vihara ini diharapkan bisa menjadi pusat kegiatan keagamaan dan spiritual bagi umat Buddha. Tempat ini juga bisa menjadi wadah belajar nilai kasih sayang, toleransi, dan kedamaian,” kata Wagub Kaltara dalam sambutannya. 

Baca Juga  Hangatnya Safari Ramadan Sebatik, Gubernur Ajak Warga Perkuat Kebersamaan
Baca Juga  Gubernur Audiensi dengan Mensos, Dorong Percepatan Program Kesejahteraan

Peresmian vihara juga dirangkai dengan perayaan Waisak bersama Keluarga Besar Theravada Indonesia Provinsi Kaltara. 

Wagub Ingkong Ala meyakini kehadiran vihara ini bakal menjadi landmark spiritual di Tarakan sekaligus simbol kerukunan antarumat beragama di Kaltara. 

Ia juga mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam pembangunan vihara, termasuk keberadaan patung Buddha yang disebut-sebut sebagai yang terbesar di Kaltara. 

Baca Juga  Dari Gedung Gadis 2 hingga KBM, Sekprov Pastikan ASN Tetap Disiplin dan Siap Melayani

“Saya berharap nilai sejarah dari patung Buddha ini bisa terus dijaga dan dilestarikan,” ujarnya. 

Atas nama Pemprov Kaltara, Ingkong Ala turut menyampaikan selamat merayakan Waisak kepada umat Buddha. Ia memastikan pemerintah provinsi akan terus mendukung kegiatan keagamaan di semua kabupaten/kota. 

“Kami akan mendukung sepenuhnya semua kegiatan keagamaan,” ucap mantan Wakil Bupati Bulungan itu. (TN/DKISP Kaltara)