“Vihara ini diharapkan bisa menjadi pusat kegiatan keagamaan dan spiritual bagi umat Buddha. Tempat ini juga bisa menjadi wadah belajar nilai kasih sayang, toleransi, dan kedamaian,” kata Wagub Kaltara dalam sambutannya. 

Baca Juga  Audiensi dengan Mendag RI, Gubernur Perjuangkan FTZ untuk Krayan dan Sebatik
Baca Juga  Penguatan Tata Kelola Keuangan, Pemprov Siapkan Sejumlah Langkah Strategis

Peresmian vihara juga dirangkai dengan perayaan Waisak bersama Keluarga Besar Theravada Indonesia Provinsi Kaltara. 

Wagub Ingkong Ala meyakini kehadiran vihara ini bakal menjadi landmark spiritual di Tarakan sekaligus simbol kerukunan antarumat beragama di Kaltara. 

Ia juga mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam pembangunan vihara, termasuk keberadaan patung Buddha yang disebut-sebut sebagai yang terbesar di Kaltara. 

Baca Juga  Gubernur Lepas Kontingen Kaltara ke Jamnas XII 2026

“Saya berharap nilai sejarah dari patung Buddha ini bisa terus dijaga dan dilestarikan,” ujarnya. 

Atas nama Pemprov Kaltara, Ingkong Ala turut menyampaikan selamat merayakan Waisak kepada umat Buddha. Ia memastikan pemerintah provinsi akan terus mendukung kegiatan keagamaan di semua kabupaten/kota. 

“Kami akan mendukung sepenuhnya semua kegiatan keagamaan,” ucap mantan Wakil Bupati Bulungan itu. (TN/DKISP Kaltara)