BuruNamleaNusantara

TNI – Polri Sinergi Amankan Pleno Kecamatan Waelata

Loading

TERASNKRI.COM | NAMLEA – MALUKU, Pelaksanaan pleno tingkat Kecamatan Waelata berlangsung aman dan kondusif berkat sinergi antara TNI dan Polri. Pengamanan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Buru, AKBP Sulastri Sukidjang, dengan dukungan penuh dari Dandim 1506/Namlea, Letkol Inf Mohammad Tamami, beserta jajaran Kodim Namlea.

Pleno yang berlangsung selama beberapa hari sempat menghadapi sejumlah permasalahan kecil. Namun, berkat profesionalisme dan kesigapan aparat keamanan, semua isu tersebut berhasil diselesaikan tanpa mengganggu jalannya pleno. Panitia dan masyarakat setempat mengapresiasi kehadiran aparat TNI-Polri yang menjaga situasi dengan serius dan penuh tanggung jawab.

Baca Juga  Pertina Pelalawan Kirim Atlet Tinju di Kerjunas Palu, Ditargetkan Raih Mendali Emas

“Kami merasa nyaman dengan pengamanan yang diberikan oleh TNI-Polri. Pelaksanaan pleno berjalan lancar dari awal hingga selesai tanpa ada insiden yang merugikan pihak mana pun,” ujar salah satu penyelenggara pleno.

Usai pleno, kotak suara langsung dikawal ketat oleh aparat keamanan TNI-Polri hingga tiba dengan selamat di Kantor KPU Kabupaten Buru. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada gangguan terhadap dokumen penting tersebut selama perjalanan.

Baca Juga  Mabes Polri Turun Gunung! Pantau Langsung Kesiapan Pengamanan Nataru di Polda Sumut, Pastikan Operasi Lilin Toba Berjalan Maksimal

Dandim 1506/Namlea, Letkol Inf Mohammad Tamami, S.Sos, menegaskan bahwa pengamanan ini dilakukan dengan netralitas tinggi. “Kami memastikan situasi keamanan tetap kondusif tanpa ada intervensi terhadap jalannya pleno. Tugas kami hanya mengamankan situasi Kamtibmas agar masyarakat merasa aman,” jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang. Dia menegaskan bahwa tuduhan terkait intervensi dalam pelaksanaan pleno tidak benar.

Baca Juga  Aliansi Masyarakat Adat dan Penambang Lakukan Pemalangan Jalan serta Penolakan Penyisiran/Pengosongan Peti Gunung Botak

“Kami hanya menjalankan tugas pengamanan agar proses demokrasi berjalan lancar dan damai. Kehadiran kami untuk memastikan tidak ada potensi kericuhan yang dapat mengganggu jalannya pleno,” tegasnya.

Sinergi antara TNI dan Polri ini menjadi bukti nyata komitmen kedua institusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Pelaksanaan pleno di Kecamatan Waelata pun menjadi contoh keberhasilan pengamanan terpadu yang mendukung kelancaran proses demokrasi di Kabupaten Buru. ( Grace)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *