BisnisEkonomi

Kredit Kaltara Tumbuh 54,12 Persen, Transaksi BI-FAST Capai Rp3,28 Triliun

Loading

TERASNKRI.COM | TARAKAN, KALTARA – Penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan di Provinsi Kalimantan Utara tetap menunjukkan pertumbuhan kuat pada Agustus 2026. Kredit tercatat tumbuh 54,12 persen secara tahunan (yoy), meski Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami kontraksi 9,06 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Utara, Agus Taufik melalui release resmi KPwBI Kaltara (7/10/2026) menyampaikan, seluruh jenis penggunaan kredit mengalami pertumbuhan. Kredit modal kerja tumbuh 43,43 persen, kredit investasi 86,75 persen, sedangkan kredit konsumsi tumbuh 3,66 persen secara tahunan.

Dari sisi sektor ekonomi, industri pengolahan menjadi sektor dengan pangsa penyaluran kredit terbesar, yakni 44 persen, dengan pertumbuhan mencapai 153,28 persen secara tahunan.

Baca Juga  BI Pertahankan Suku Bunga 5,75 Persen, Fokus Jaga Rupiah dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Sementara sektor rumah tangga memiliki pangsa penyaluran kredit sebesar 15,90 persen dengan pertumbuhan 3,62 persen.

“Di sisi risiko, kualitas kredit masih terkendali. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) pada Agustus 2026 tercatat 0,70 persen secara gross, jauh di bawah ambang batas 5 persen. Meski demikian, penyaluran kredit UMKM masih mengalami kontraksi sebesar 1,46 persen yoy. Total kredit outstanding UMKM mencapai Rp5,47 triliun dengan pangsa 11,91 persen. Sementara itu, NPL kredit UMKM tercatat 7,12 persen” jelasnya.

Agus juga menyampaikan, pada sistem pembayaran, BI mencatat layanan BI-FAST, BI-RTGS, dan SKNBI di Kaltara selama Juli 2026 tetap berlangsung dengan karakteristik cepat, mudah, murah, aman, dan andal.

Baca Juga  HUT ke-27 Kabupaten Nunukan Gabungkan Iraw dan Paras Fest, Digelar 1–17 Oktober

“Nilai transaksi BI-FAST mencapai Rp3,28 triliun, meski terkontraksi 0,65 persen secara tahunan. Transaksi BI-RTGS tercatat Rp856 miliar atau terkontraksi 11,05 persen, sedangkan transaksi SKNBI mencapai Rp319 miliar atau terkontraksi 13,23 persen. Sementara itu, jumlah pengguna QRIS di Kaltara per Juli 2026 mencapai 152.160 pengguna, bertambah 20.908 pengguna dibandingkan posisi 31 Desember 2025 yang sebanyak 131.252 pengguna” papar Agus Taufik

Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, BI Kaltara mencatat net outflow Rp77,59 miliar sepanjang September 2026. Arus uang keluar mencapai Rp164,61 miliar, sedangkan arus uang masuk sebesar Rp87,02 miliar.

BI Kaltara juga secara rutin melakukan dropping dan penarikan uang, termasuk uang tidak layak edar, melalui tiga Kas Titipan BI di Tanjung Selor, Malinau, dan Nunukan untuk memastikan ketersediaan uang layak edar di masyarakat.

Baca Juga  FEKDI x IFSE 2026 Dorong Sinergi Digital untuk Perkuat Transformasi Ekonomi Nasional

Sementara itu, Survei Konsumen BI pada September 2026 menunjukkan optimisme masyarakat tetap terjaga. Seluruh indeks berada di atas level optimistis 100.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat 118,74, meningkat dari Agustus sebesar 118,06. Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) berada di 109,22, sedangkan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) mencapai 128,25, naik dari 126,85 pada bulan sebelumnya.

Survei tersebut melibatkan 200 rumah tangga dan digunakan BI untuk melihat persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini serta ekspektasi terhadap perekonomian ke depan. (TN/KPwBI Kaltara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

       

Loading



#wpdevar_comment_2 span,#wpdevar_comment_2 iframe{width:100% !important;} #wpdevar_comment_2 iframe{max-height: 100% !important;}