Anggota Komisi IV DPRD Kaltara, Rahman: Kesejahteraan Nelayan di Perbatasan Perlu Intervensi Serius Pemerintah
![]()

TERASNKRI.COM | NUNUKAN, KALTARA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Rahman, menyoroti secara tajam kondisi kesejahteraan nelayan di wilayah perbatasan Kaltara, khususnya di Kabupaten Nunukan. Ia menekankan bahwa kelompok nelayan tradisional di garda terdepan NKRI ini masih menghadapi tantangan ekonomi yang berat dan memerlukan intervensi serius dari pemerintah provinsi.

Sebagai perwakilan rakyat dari daerah pemilihan Nunukan, Rahman mengungkapkan bahwa sektor perikanan adalah salah satu pilar ekonomi utama di perbatasan, namun para pelaku utamanya, yakni nelayan, seringkali terabaikan.
Rahman menyoroti kondisi pelabuhan pendaratan ikan (PPI) yang belum optimal. Keterbatasan fasilitas seperti tempat pelelangan ikan (TPI) yang representatif dan cold storage (gudang pendingin) membuat hasil tangkapan nelayan cepat rusak dan harga jual cenderung rendah.

“Di Kalimantan Utara khususnya di Kabupaten Nunukan, Cold Storage hanya ada di SKPT Sebatik dan saat ini mengalami kerusakan, sehingga tidak dapat di fungsikan” jelasnya.
Rahman juga menyoroti masalah keamanan saat nelayan melaut, bahkan beberapa waktu lalu, beberapa nelayan tradisional asal Sebatik menjadi korban kejahatan perampokan

“Masalah keamanan juga perlu mendapat perhatian, jangan sampai karena persoalan ini nelayan kita jadi takut melaut karena masalah keamanan, bukan hanya kehilangan harta, keselamatan jiwa juga menjadi terancam” tegas Rahman.Â
Akses Permodalan dan Sarana Prasarana: Ia juga menyinggung kesulitan nelayan dalam mengakses modal usaha untuk peremajaan alat tangkap atau perbaikan perahu. Bantuan pemerintah, meski ada, dinilai belum merata dan tepat sasaran.
Melalui sorotan ini, Rahman mendesak Pemerintah Provinsi Kaltara, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, untuk mengalokasikan anggaran prioritas yang berpihak kepada nelayan perbatasan. Ia berharap adanya program nyata yang dapat meningkatkan produktivitas dan, yang terpenting, menjamin kesejahteraan hidup para nelayan di ujung negeri. (Adv)

