Ekonomi

Perkuat Pemerataan Literasi Keuangan Bagi Penyandang Disabilitas, BI Kaltara Gelar Edukasi “Rupiah Untuk Semua, Inklusif Untuk Negeri”

Loading

TERASNKRI.COM | TANJUNG SELOR, KALTARA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara (KPwBI Prov. Kaltara) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong inklusi keuangan melalui pelaksanaan edukasi bertema “Rupiah untuk Semua, Inklusif untuk Negeri” bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Bulungan. Kegiatan ini berlangsung melalui kolaborasi antara KPwBI Prov. Kaltara, Yayasan Faqih Hasan Center, Perkumpulan Penyandang Disabilitasi Indonesia (PPDI) DPC Bulungan, dan AYS Indonesia (Association of Youth for Sustainability).

Dalam penyampaiannya, Kepala Perwakilan KPwBI Prov. Kaltara, Hasiando G. Manik, melalui stafnya, menegaskan bahwa pemerataan literasi keuangan merupakan bagian penting dari strategi peningkatan ketahanan ekonomi masyarakat. Beliau menyampaikan bahwa digitalisasi sistem pembayaran dan akses keuangan tidak boleh hanya dinikmati oleh sebagian kelompok, melainkan harus merata termasuk bagi penyandang disabilitas yang memerlukan pendekatan edukasi yang lebih adaptif.

Baca Juga  KKB 2025, Gubernur Zainal Ajak Masyarakat Belanja dan Cintai Produk Lokal UMKM

Staf KPwBI Prov. Kaltara menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam transformasi ekonomi dan digitalisasi. Melalui penyampaian tersebut, Kepala Perwakilan juga menekankan bahwa inklusi keuangan bukan hanya tentang menyediakan akses, tetapi juga memastikan bahwa setiap individu memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai untuk memanfaatkan layanan keuangan digital secara aman dan efektif.

Baca Juga  Wagub Ingkong Buka Karya Kreatif Benuanta 2025, UMKM Maju Untuk Ekonomi Tangguh

Materi edukasi yang diberikan mencakup tiga pilar utama, yaitu program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah termasuk pengenalan keaslian uang dengan metode 3D dan perawatan uang dengan prinsip 5 Jangan; edukasi penggunaan QRIS sebagai instrumen pembayaran digital yang cepat, aman, dan mudah; serta pemahaman mengenai pelindungan konsumen di era digital. Seluruh materi disampaikan dengan metode ramah disabilitas, menggunakan dukungan visual dan penerjemah bahasa isyarat.

Kepala Yayasan Faqih Hasan Center, Hasanuddin, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada KPwBI Prov. Kaltara yang secara konsisten menjadi mitra strategis dalam perjuangan hak-hak penyandang disabilitas di Kalimantan Utara. Menurutnya, inklusi keuangan merupakan bagian penting dalam pemerataan pembangunan ekonomi daerah.

Baca Juga  Mendorong Kemandirian Ekonomi Desa: Djony Bunarto Tjondro Tegaskan Komitmen Astra Melalui Desa Sejahtera Astra Bajawa 

Peserta kegiatan menyambut positif fasilitasi yang diberikan, termasuk penyediaan penerjemah bahasa isyarat, pendampingan edukatif, serta materi yang disusun khusus untuk kebutuhan penyandang disabilitas. Mereka menilai kegiatan ini memberikan ruang yang setara dan menguatkan rasa kepercayaan diri dalam memahami layanan keuangan modern.

Melalui inisiatif ini, KPwBI Prov. Kaltara menegaskan dedikasi jangka panjangnya dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan di Kalimantan Utara. Komitmen tersebut diarahkan agar digitalisasi layanan keuangan dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa pengecualian. (TN/KPwBI Prov. Kaltara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *