DPRD KaltaraParlemen

Umur Harapan Hidup di Kaltara Naik Jadi 74,47 Tahun, Rahman Minta Penguatan Layanan Kesehatan

Loading

Anggota Komisi IV DPRD Kaltara, Rahman

TERASNKRI.COM | TANJUNG SELOR, KALTARA — Umur Harapan Hidup (UHH) saat lahir yang menjadi indikator penting dalam dimensi umur panjang dan hidup sehat, menunjukkan peningkatan di Kalimantan Utara. Pada 2025, UHH tercatat mencapai 74,47 tahun, naik 0,32 tahun atau 0,43 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selama periode 2020–2025, UHH meningkat total 1,10 tahun, dengan rata-rata kenaikan 0,22 tahun atau sekitar 0,30 persen per tahun. Peningkatan ini menggambarkan bahwa kualitas kesehatan masyarakat secara umum terus membaik.

Baca Juga  Nasir Minta Dana Bantuan Digunakan Sesuai Peruntukan

Secara sederhana, UHH menunjukkan berapa lama rata-rata bayi yang lahir pada tahun tertentu diperkirakan akan hidup, dengan asumsi kondisi kesehatan, lingkungan, dan pelayanan publik tetap seperti kondisi saat ini. Semakin tinggi angkanya, semakin baik kualitas hidup masyarakat.

Menanggapi capaian tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kaltara, Rahman, menilai peningkatan ini harus diikuti dengan upaya lebih kuat dalam memperluas layanan kesehatan yang merata hingga pelosok daerah.

Baca Juga  DPRD Kaltara Gelar RDP Terkait Angkutan Online

“Peningkatan UHH adalah kabar baik, tetapi tanggung jawab kita belum selesai. Layanan kesehatan, terutama di wilayah perbatasan dan pedalaman, harus semakin mudah dijangkau,” ujar Rahman.

Ia menekankan perlunya penambahan fasilitas kesehatan, pemerataan tenaga medis, serta peningkatan program pencegahan penyakit untuk menjaga tren positif ini tetap berlanjut.

“Kalau kita ingin UHH terus naik, pemerintah harus memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang cepat, bermutu, dan terjangkau,” katanya.

Baca Juga  Rahman : Penambahan Sarana dan Prasarana Pendidikan di Kaltara Harus Ditingkatkan

Rahman berharap peningkatan UHH tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang lebih baik, termasuk akses terhadap air bersih, sanitasi, dan gizi yang memadai.

“Kesehatan adalah salah satu dasar kesejahteraan. Kita harus jamin seluruh masyarakat Kaltara mendapatkan hak yang sama untuk hidup sehat dan produktif,” ujarnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *