DPRD KaltaraParlemen

Desak Perbaikan Fasilitas dan Layanan di Tengkayu I, Anggota DPRD Kaltara Armin ; Contohi Nunukan

Loading

Anggota Komisi III DPRD Kaltara, Arming

TERASNKRI.COM | TANJUNG SELOR, KALTARA – Carut marut  pengelolaan Pelabuhan Tengkayu I mendorong anggota Komisi III DPRD Kalimantan Utara, Arming, menyerukan perbaikan menyeluruh di Pelabuhan Tengkayu I. Ia mengkritik bahwa kapasitas pelabuhan saat ini sudah dalam kondisi “krisis” dan menyatakan Pelabuhan Nunukan seharusnya menjadi tolak ukur penataan pelabuhan Tengkayu I.

Menurut Arming, pengelola perlu meningkatkan fasilitas dan tata kelola agar pelayanan publik di pelabuhan bisa lebih layak. Dia juga menyoroti fasilitas dasar seperti toilet yang menurutnya tidak berfungsi dengan baik.

Baca Juga  Legislator Kaltara Beri Apresiai atas Pembangunan Manusia Kaltara yang Terus Meningkat

DPRD Kaltara melalui rapat gabungan menyatakan akan mengikutsertakan isu Pelabuhan Tengkayu I ini dalam perencanaan anggaran daerah selanjutnya, menandakan bahwa perbaikan fasilitas pelabuhan menjadi prioritas.

Lebih jauh, Arming mengusulkan agar anggaran diarahkan ke hal-hal yang lebih penting dari sekadar kosmetik atau anggaran kecil yang tidak berdampak signifikan pada kenyamanan dan keselamatan pengguna.

“Data aktivitas harian pelabuhan tengkayu I, sangat padat, jadi kalau kita melihat volume, 1.950 orang lalu lalang disana, kurang lebih 1.470 mobil dan 2.732 kendaraan roda dua. Kami butuh kejujuran dari pengelola, sampaikan segala kebutuhannya, kita akan support untuk dianggarka pada tahun 2026” ujar, Arming.

Baca Juga  SOA Diminta Kembali Menjadi Program Prioritas

Menurut dia, ini adalah bukti bahwa masalah di pelabuhan bukan hanya soal tampilan luar atau , melainkan butuh penataan ulang menyeluruh. Ia menjadikan Nunukan sebagai contoh. Menurut Arming, pelayanan dan kapasitas pelabuhan di Nunukan jauh lebih baik dibanding Tengkayu I, meskipun sama-sama wilayah perbatasan.

Tuntutan perbaikan tersebut datang dari rapat gabungan komisi DPRD Kaltara. Jika tidak ada tindakan nyata, DPRD ternyata memberi ultimatum dua pekan kepada pengelola pelabuhan untuk memperbaiki pelayanan dan tata kelola.

Baca Juga  Wujudkan Kaltara sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

“Kami juga menyoroti alokasi anggaran. Daripada menghabiskan dana untuk item yang dianggap kurang urgensi, menyarankan agar anggaran dialihkan ke fasilitas vital di pelabuhan, seperti dermaga, sarana pendukung bongkar muat, dan aspek keselamatan” Tegasnya.

Selain itu, DPRD Kaltara juga mengkritisi kebersihan fasilitas di Pelabuhan Tengkayu I — termasuk toilet umum — yang menurut mereka sangat perlu diperbaiki. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *