DPRD Kaltara

Anggota DPRD Kaltara Agus Salim Soroti Tantangan Pertanian dan Perkebunan di Perbatasan, Akses Pasar Jadi Kendala Utama

Loading

TERASNKRI.COM | TANJUNG SELOR, KALTARA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Agus Salim, menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian dan perkebunan di wilayah perbatasan, khususnya di daerah pemilihannya, Kabupaten Malinau. Ia menekankan bahwa meskipun sektor ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat lokal, kendala akses pasar dan infrastruktur masih menjadi persoalan klasik yang belum tuntas.

Baca Juga  Pelayanan Kesehatan Harus Lebih Terjangkau

Menurut Agus Salim, salah satu keluhan terbesar dari petani di Malinau adalah keterbatasan akses untuk memasarkan hasil panen mereka. Infrastruktur jalan yang belum memadai seringkali menghambat proses distribusi, membuat biaya logistik menjadi tinggi dan berdampak pada harga jual yang tidak kompetitif.

“Para petani di Malinau mengeluhkan sulitnya akses pasar. Ini yang kita perjuangkan, agar pemerintah serius membangun infrastruktur yang menghubungkan sentra produksi dengan pasar,” ujar Agus Salim.

Baca Juga  Ketua DPRD Kaltara Achmad Jufrie Yakin Generasi Muda Kaltara Siap Membangun Masa Depan

Selain itu, stabilitas harga komoditas seperti kelapa sawit dan hasil pertanian lainnya juga menjadi perhatian. Dewan terus mendorong pemerintah daerah berkoordinasi dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) untuk memastikan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di tingkat petani tetap stabil dan menguntungkan.

Agus Salim menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan alokasi anggaran yang memadai bagi sektor pertanian dan perkebunan di APBD 2026. Ia menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) petani melalui pelatihan dan penyuluhan juga sangat penting.

Baca Juga  Rahman Soroti Kondisi BPJS Ketenagakerjaan: Masih Banyak Pekerja Belum Tercover

“Peningkatan produksi harus diiringi dengan peningkatan kualitas SDM dan dukungan infrastruktur yang memadai. Kami di DPRD akan terus mengawal agar sektor ini menjadi penggerak utama kesejahteraan masyarakat Kaltara,” tutup Agus Salim. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *