NusantaraRiau

Perbaikan Jalan Lintas Petapahan Tidak Merata, Jalan di Kecamatan Tapung Hilir Memprihatinkan

Loading

TERASNKRI.COM | Kampar, Riau – Perbaikan Jalan Lintas Petapahan Kabupaten Kampar, Provinsi Riau tidak merata. Pasalnya, perbaikan jalan itu ditempatkan di Kecamatan Tapung dan Tapung Hulu. Sedangkan di Kecamatan Tapung Hilir sama sekali tidak tersentuh perbaikan.

“Kondisi Jalan Lintas Petapahan tepatnya di Kecamatan Tapung Hilir mengalami kerusakan sangat parah, “kata Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (ADEPSI) Kecamatan Tapung Hilir Jon Kenedi S.Pd.I, Rabu (5/7/2023).

Baca Juga  Pemkab Buru Sampaikan 4 Ranperda ke DPRD Buru

Jon mengatakan, saat ini perbaikan jalan lintas di Kecamatan Tapung Hulu dan Kecamatan Tapung sudah dilakukan. Sementara, kerusakan jalan di Kecamatan Tapung Hilir sudah cukup lama sama sekali belum tersentuh perbaikan.

“Kondisi jalan rusak tersebut dapat mengganggu kenyamanan pengemudi saat melintas jalan dan rawan kecelakaan. Kami yang ingin mengurus sesuatu ke kecamatan sangat tidak nyaman melintas di jalan tersebut,” ungkap Jon.

Baca Juga  DPRD Buru dan TAPD Bahas Rancangan KUA-PPAS 2027, Belanja Daerah Rp 709,5 Miliar Disetujui Pemerintah

Jon menyampaikan, warga berharap pada intansi terkait memperhatikan kondisi jalan yang berada di Kecamatan Tapung Hilir. Karena, Tapung Hilir banyak juga kontribusinya ke Pemerintah Provinsi Riau.

“Jalan Lintas Petapahan tersebut menjadi kewenangan Provinsi Riau meski sudah ada perbaikan. Namun perbaikan belum dilakukan secara menyeluruh,” terang Jon.

Jon menuturkan, bagi masyarakat, jalan tersebut sangat berguna sebagai sarana pembawa hasil pertanian.Dengan kerusakan jalan yang ada, tentu bisa berpengaruh kepada kelancaran perekonomian masyarakat.

Baca Juga  Proyek Rutilahu di Dusun Kendal Karawang Disorot, Warga Duga Material Tak Sesuai RAB

“Setiap hujan, lubang jalan pasti tertutup air yang menggenangi jalanan. Hal ini tentunya berdampak pada keselamatan pengendara,terutama pengendara roda dua. Kalau sudah malam, genangan air itu jarang terlihat. Apalagi bagi pengendara yang jarang melintas, bisa terperosok ke dalam lubang,” imbuh Jon. (Anhar Rosal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

       

Loading



#wpdevar_comment_3 span,#wpdevar_comment_3 iframe{width:100% !important;} #wpdevar_comment_3 iframe{max-height: 100% !important;}