Nunukan

TNI Dorong Kemandirian Ekonomi Perbatasan, Sebatik Kembangkan Rumput Laut dan Tarakan Budidaya Kepiting-Udang

Loading

TERASNKRI.COM | NUNUKAN, KALTARA – TNI mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. Di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, program diarahkan pada pengembangan budidaya rumput laut, sedangkan di Kota Tarakan mencakup budidaya kepiting dan udang.

Program tersebut dilaksanakan melalui Pemberdayaan Potensi Perbatasan Wilayah Nasional (Daya Pottaswilnas) oleh Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) XIII. Program ini merupakan upaya mendukung pembangunan kawasan perbatasan, baik dalam aspek pertahanan dan keamanan maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Paban VI/Taswilnas Ster TNI, Kolonel Laut (P) Agus Izudin, S.T., mengatakan wilayah perbatasan, termasuk Kalimantan Utara (Kaltara), memiliki nilai strategis bagi negara sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan khusus.

Baca Juga  Inflasi Kaltara September 2026 Capai 0,37 Persen, Harga Cabai Rawit Jadi Pemicu Utama

“Wilayah perbatasan memiliki nilai strategis sebagai beranda depan negara sekaligus menjadi benteng kedaulatan bangsa. Karena itu, diperlukan perhatian dan penanganan khusus agar pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, program Daya Pottaswilnas bertujuan mewujudkan kawasan perbatasan yang tangguh, berdaya saing, dan sejahtera. Pengembangan potensi ekonomi masyarakat dilakukan dengan menyesuaikan sumber daya lokal, yakni budidaya rumput laut di Pulau Sebatik serta budidaya kepiting dan udang di Tarakan.

Baca Juga  Perkuat Sinergi Konservasi dan Pemberdayaan, Pemkab Nunukan Terima Kunjungan Balai TN Kayan Mentarang

Menurut Agus, pemberdayaan potensi lokal merupakan bagian dari tugas pemberdayaan wilayah sekaligus bentuk dukungan TNI terhadap pembangunan sesuai amanat peraturan perundang-undangan.

Ia menambahkan, keberlanjutan program membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dunia usaha, hingga masyarakat setempat.

“Harapannya, program ini dapat dilanjutkan, dikembangkan, dan dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Agus didampingi Aster Kodaeral XIII Kolonel Mar Anjas Wicaksono, M.Tr.Hanla; Kadister Kodaeral XIII Kolonel Mar Gigih Catur Pramono, S.H., M.Tr.Opsla; serta Pabandya Paban VI/Taswilnas Ster TNI Letkol Laut (P) Ferdy Manase, A.Md.

Baca Juga  Malam di Tepian Kayan, Gubernur Kaltara Gowes Bersama Ratusan Warga

Agus menegaskan, koordinasi, kolaborasi, dan semangat gotong royong menjadi faktor penting untuk mempercepat pembangunan serta meningkatkan pelayanan publik di kawasan perbatasan.

Melalui program tersebut, TNI berharap budidaya rumput laut di Sebatik serta budidaya kepiting dan udang di Tarakan dapat membuka peluang peningkatan pendapatan dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung program pemerintah melalui kerja sama dalam mewujudkan kawasan perbatasan yang aman, maju, sejahtera, mandiri, dan memiliki daya tangkal terhadap berbagai ancaman di masa mendatang. (Pd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

      

Loading